Kader PKK Diajak Aktif Pencegahan dan Penanggulangan Stunting

    Amaluddin - 07 Februari 2020 18:38 WIB
    Kader PKK Diajak Aktif Pencegahan dan Penanggulangan Stunting
    Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin, dalam suatu acara di Grand City Surabaya beberapa waktu lalu. (Medcom.id/Amal)
    Surabaya: Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin, mengajak semua kader PKK untuk ikut terlibat secara aktif dan sistematis dalam pencegahan dan penanggulangan stunting. Ini diharapkan mampu menekan tingginya prevalensi stunting yang ada di Jatim.

    "Kami setiap pada acara PKK, selalu mengajak pada semua kader PKK untuk terlibat aktif, sistematis, dan berkesinambungan dalam pencegahan dan penanggulang stunting yang ada di Jatim," kata Arumi, di Surabaya, Jumat, 7 Februari 2020.

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur melalui Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) per 20 Juli 2019, stunting balita di Jatim masih tinggi, yakni sebesar 36,81 persen. Angka itu lebih tinggi dari tahun 2018, mencapai 32,81 persen.

    Oleh karena itu, Arumi terus berupaya mencegah tingginya angka stunting di wilayahnya. Hal ini sesuai visi dan misi TP PKK melaui pemberdayaan keluarga, untuk memberikan kontribusi terhadap pencegahan stunting.

    "Upaya TP PKK yang bisa dilakukan (mencegah stunting), yakni dengan meningkatkan jumlah dan kualitas sosialisasi para kader dasa wisma kepada keluarga di wilayah kerjanya," kata istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak itu.

    Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak lebih pendek dari usianya. 

    Kekurangan gizi tersebut terjadi sejak bayi berada dalam kandungan, sehingga memberikan dampak anak menjadi lebih mudah sakit, kemampuan kognitif kurang, dan bahkan dalam jangka panjang bisa menimbulkan kerugian ekonomi.

    Untuk memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada 1.000 hari pertama kehidupan bayi. Di antaranya mendorong perbaikan pola asuh oleh keluarga melalui kegiatan pokja I dan II PKK. Serta, pengaturan pola makan anak oleh orang tua, melalui kegiatan pokja II dan III, dan pembiasaan budaya hidup bersih dan sehat di rumah melalui kegiatan pokja IV.

    Kemudian peran PKK selanjutnya, yaitu memberikan pembinaan dan pemantauan terhadap pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan stunting. "Saya ingin mengajak semua masyarakat berkomitmen dalam memfasilitasi, dan menggerakkan keluarga untuk memperbaiki pola asuh anak dan pola makan guna memenuhi asupan gizi yang baik bagi anak," kata Arumi.

    Arumi berharap, pola hidup yang sehat menjadi budaya dan harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Sehingga, akan membantu percepatan penurunan stunting, serta membantu percepatan peningkatan pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM) di jatim.

    "Dalam menanggulangi stunting secara signifikan ini dibutuhkan kerjasama dan harmonisasi seluruh komponen yang ada di daerah, dalam mendukung program pemerintah agar bisa ditingkatkan," kata Arumi.
     



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id