Warga di Flores Timur Diminta Aktif Cegah Karhutla

    Media Indonesia.com - 24 Juni 2020 14:26 WIB
    Warga di Flores Timur Diminta Aktif Cegah Karhutla
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
    Flores: Stasiun Meteorologi Gewayantana, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menyebut potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama memasuki musim kemarau sangat besar.

    Kepala Stasiun Meteorologi Gewayantana Flores Timur, Marsianus YR Milla, mengatakan Flores Timur memasuki musim kemarau sejak April lalu.

    "Flores Timur sudah memasuki musim kemarau sejak April tetapi belum sampai pada puncaknya. Diprediksi puncak kemarau pada September atau Oktober. Jadi harus diwaspadai potensi karhutla selama musim kemarau," kata Marsianus, saat dikonfirmasi, Rabu, 24 Juni 2020.

    Baca: Jokowi Ingatkan Ancaman Karhutla di Tengah Pandemi

    Hingga saat ini belum terpantau adanya hotspot di Flores Timur. Namun Martinus mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga mengimbau semua pihak kerja sama untuk menghindari kegiatan atau tindakan yang berakibat munculnya titik panas pemicu karhutla.

    Adapun untuk kondisi cuaca di perairan Flores Timur masih aman dan tidak ada potensi gelombang laut tinggi sehingga masih aman untuk berlayar.

    "Sampai saat ini belum terpantau adanya hot spot atau titik api di Flotim. Beberapa waktu lalu hanya terpantau dua titik api di Pulau Sumba, sedangkan di wilayah Flotim belum ada temuan sampai saat ini," jelasnya.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id