BI DIY Sediakan Rp2,6 Triliun Selama Ramadan dan Lebaran

    Ahmad Mustaqim - 21 Mei 2020 11:43 WIB
    BI DIY Sediakan Rp2,6 Triliun Selama Ramadan dan Lebaran
    ilustrasi Medcom.id
    Yogyakarta: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY menyiapkan uang Rp2,6 triliun untuk ramadan dan lebaran 2020. Penyediaan uanh ini berupa uang tunai yang terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) dan Uang Pecahan Kecil (UPK).

    "Uang yang BI DIY sediakan untuk ramadan dan lebaran tahun ini turun sebesar 50 persen dibandingkan periode 2019 lalu," kata Kepala Perwakilan BI DIY, Hilman Tisnawan, dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Mei 2020.

    Baca: Pemkot Kalsel Tambah Tenaga Kesehatan KHusus Covid-19

    Hilman menjelaskan UPK yang disediakan BI DIY dalam kondisi belum pernah beredar di masyarakat atau disebut Hasil Cetak Sempurna (HCS).

    Sedangkan UPB, BI DIY menyiapkan stok dengan dua kondisi, yaitu HCS dan Uang Layak Edar (ULE) atau peredaran di masyarakat yang sudah melalui proses karantina selama 14 hari dan diberikan disinfektan sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

    Hilman mengungkapkan uang tunai tersebut telah didistribusikan pada 4-12 Mei 2020 sejumlah Rp703 miliar. Jumlah pendistribusian uang diperkirakan terus meningkat sampai dengan hari raya Idulfitri 1441 H.

    Meski menyediakan uang tunai, BI DIY tetap mengimbau masyarakat bertransaksi elektronik atau non tunai, melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code Pembayaran dengan standar QR Code Indonesian Standard (QRIS). Imbauan ini sebagai upaya pencegahan penyebar luasan virus korona (covid-19).

    "Dalam memitigasi penyebaran covid-19 BI DIY mendukung penerapan social distancing dengan menghentikan sementara kegiatan yang melibatkan banyak interaksi sosial, seperti kegiatan layanan kas keliling dalam dan luar kota. Oleh karena itu, layanan penukaran kepada masyarakat hanya disediakan melalui loket di bank umum," jelas Hilman.

    Hilman menyatakan telah berkoordinasi dan meminta perbankan agar memberikan layanan sesuai aturan pencegahan covid-19 secara ketat. Masyarakat yang akan menukarkan uang harus pmenggunakan masker, dipindau suhu tubuhnya, dan menerapkan physical distancing.

    Selain itu, secara internal BI DIY telah memberlakukan lokasi kerja alternatif khusus untuk layanan penyetoran dan penarikan uang rupiah oleh perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR).

    Penyediaan uang layak edar dan higenis, katanya, untuk meminimalisir penyebaran covid-19 dengan melakukan karantina uang Rupiah selama 14 hari sebelum diedarkan, menyemprot disinfektan pada area perkasan, sarana dan prasarana, serta memperhatikan higenitas SDM dan perangkat pengolahan uang.

    "Kami juga berkoordinasi dengan perbankan dan PJPUR untuk menjaga ketersediaan uang di ATM dengan kualitas baik melalui perencanaan pengisian uang yang akurat. Lalu menyediakan layanan penukaran uang kepada masyarakat di loket perbankan sehingga masyarakat mudah untuk memperoleh uang. Penukaran untuk masyarakat DIY akan dilayani oleh 37 kantor cabang utama bank umum di seluruh wilayah DIY," ungkapnya.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id