143 Warga Aceh Timur Terdampak Banjir Mengungsi

    Antara - 17 Mei 2020 16:15 WIB
    143 Warga Aceh Timur Terdampak Banjir Mengungsi
    Banjir akibat intensitas hujan tinggi yang merendam rumah warga di Kabupaten Aceh Timur, Minggu, 17 Mei 2020. Foto: Antara
    Aceh: Sebanyak 143 jiwa dari 36 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Banjir disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi.

    Data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) terdapat tiga kecamatan yang warganya mengungsi. Di antaranya Kecamatan Peunaron, Indra Makmur, dan Ranto Pereulak. Ketinggian banjir mencapai satu meter.

    "Cuaca buruk, hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Aceh Timur, sehingga sungai di masing-masing kecamatan meluap," kata Kepala Pelaksana BPBA Sunawardi di Banda Aceh, Ahad.

    Luapan banjir mulai menggenangi pemukiman warga mulai Minggu pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Sebanyak 18 jiwa dari lima kepala keluarga warga Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron terpaksa mengungsi.

    Kemudian, di Desa Alui Mirah, Kecamatan Indra Makmur sebanyak 100 jiwa dari 25 kepala keluarga, dan Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak tercatat 25 jiwa dari enam kepala keluarga.

    Selain tiga desa tersebut, banjir juga merendam rumah warga di Desa Julok Rayeuk Utara Kecamatan Indra Makmur, Desa Pante Kera Kecamatan Simpang Jernih.

    "Data jumlah kepala keluarga dan jiwa yang terdampak masih dalam pendataan," katanya.

    Sedangkan, banjir juga melanda Desa Jambo Lubok Kecamatan Indra Makmur, dengan korban yang terdampak sebanyak 765 jiwa dalam 200 kepala keluarga. Namun, tidak mengharuskan warga untuk mengungsi.

    "Tidak ada korban jiwa," kata Sunawardi, menjelaskan peristiwa bencana alam tersebut.

    Secara keseluruhan, beberapa desa yang terendam banjir adalah desa Sri Mulya dan Peunaron Baru di Kecamatan Peunaron, Desa Alui Mirah, Julok Rayeuk Utara, dan Jambo Lubok di Kecamatan Indra Makmur.

    Selanjutnya, Desa Pante Kera di Kecamatan Simpang Jernih, Desa Seumanah Jaya di Kecamatan Ranto Peureulak, dan Desa Pante Labu, Blang Seunong, Sah Raja, serta Sijudo di Kecamatan Pante Bidari. Sedangkan kerugian material, di Kecamatan Peunaron, badan jalan serta 18 unit rumah warga terendam air dengan ketinggian setengah hingga mencapai satu meter.

    "Di kecamatan Indra Makmur, rumah warga warga Alui Mirah terendam dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 60 centimeter, untuk jumlah masih dalam pendataan," katanya.

    Untuk kondisi terkini, kata dia, debit air terus naik di masing-masing kecamatan. Hujan deras masih mengguyur wilayah itu. Pemerintah juga terus berkoordinasi dan melakukan upaya penyaluran bantuan logistik.

    "Saat ini korban terdampak banjir yang memilih mengungsi, berada di rumah tetangga yang aman," katanya.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id