Rusuh di Rutan Kabanjahe Berawal dari Razia Narkoba

    Antara - 12 Februari 2020 19:32 WIB
    Rusuh di Rutan Kabanjahe Berawal dari Razia Narkoba
    Kericuhan terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (Foto: ANTARA/Istimewa)
    Jakarta: Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti mengungkapkan, kericuhan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu, 12 Februari 2020, berawal dari razia narkoba. 

    "Pemantik kejadian lantaran ada oknum WBP (warga binaan pemasyarakatan) tidak terima atas upaya pemberantasan narkoba di dalam rutan yang dilakukan oleh petugas Rutan Kabanjahe,” ungkap Rika, melansir Antara, 12 Februari 2020.

    Rika menjelaskan, jauh sebelum kerusuhan terjadi, petugas rutan melakukan penggeledahan kamar hunian para WBP pada Rabu, 8 Januari 2020. Hasilnya, ditemukan narkoba jenis sabu-sabu seberat 30 gram milik empat orang WBP.

    "Keempat orang WBP tersebut kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Tanah Karo," sambung dia.

    Menurut Rika, razia yang dilakukan petugas bukan tiba-tiba. Sebab setiap hari penggeledahan kamar WBP digelar secara rutin.

    Namun, empat orang WBP yang ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan narkoba itu oleh Polres Tanah karo dikembalikan ke Rutan Kelas IIB Kabanjahe. Keempatnya kemudian memprovokasi WBP lain agar menentang penggeledahan yang dilakukan petugas rutan.

    Puncaknya, pada Rabu siang, 12 Februari 2020, sekitar pukul 12.00 WIB, WBP di Rutan Kabanjahe melakukan pemberontakan terhadap petugas rutan. Mereka berteriak-teriak dari dalam blok kamar hunian.

    "Petugas mencoba menenangkan, namun WBP itu justru menyerang. Kericuhan pun tak terelakkan, WBP bergerak ke arah gedung perkantoran rutan dan melakukan pembakaran," jelasnya.

    Rika mengatakan saat ini situasi di Rutan Kabanjahe telah berangsur kondusif setelah petugas gabungan dari TNI batalyon 125 Simbisa, Polres Tanah Karo, dan petugas Rutan Kabanjahe mengamankan lokasi kejadian.

    Petugas gabungan itu juga telah mengevakuasi para WBP yang terjebak di dalam rutan saat kericuhan terjadi. "Selanjutnya para WBP dievakuasi ke Polres Tanah Karo,” kata Rika.

    Akibat peristiwa kericuhan tersebut sejumlah ruangan di dalam rutan hangus. Ruangan yang terbakar yaitu ruang pelayanan tahanan dan ruang staf pengamanan.






    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id