Zat Radioaktif di Kompleks Batan Bukan dari Kebocoran Reaktor

    Farhan Dwitama - 17 Februari 2020 14:29 WIB
    Zat Radioaktif di Kompleks Batan Bukan dari Kebocoran Reaktor
    Petugas tengah menyelidiki zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangsel, Banten. (Foto: MI/Ferdian Ananda Majdi)
    Tangerang: Zat radioaktif yang ditemukan di lahan kosong Kompleks Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, bukan dari kecelakaan atau kebocoran reaktor riset G.A. Siwabessy. 

    "Hingga saat ini reaktor yang dioperasikan sejak 1987 tetap beroperasi dengan aman dan selamat," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Anhar Riza Antariksawan, Senin, 17 Februari 2020.

    Menurutnya, cesium 137 memang terkandung dalam fasilitas reaktor nuklir pada bagian bahan bakar. Namun unsur hanya terlepas jika terjadi kerusakan bahan bakar. 

    "Kalau ada yang terlepas di udara, akan tercatat oleh sistem pemantau radioaktif lingkungan yang ada," jelas dia. 

    Untuk mengetahui besar radioaktif di sekitar Kawasan Nuklir Serpong, masyarakat dapat mengakses radmon.batan.go.id. Sistem tersebut memang disiapkan oleh Batan. 

    "Silakan dicek apakah ada kenaikan paparan radiasi dan berapa besar paparannya," ungkapnya.

    Ia menyebut berdasarkan pengukuran, tidak ada paparan di area lain yang dipantau dari Pamulang hingga Stasiun Serpong. Andai penyebaran zat radioaktif berasal dari reaktor, sudah pasti tidak terlokalisasi karena akan mengikuti arah angin. 

    "Saya berharap masyarakat memahami temuan zat radioaktif telah ditangani dengan baik," pungkasnya.





    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id