Ekspor Udang di Pasangkayu Ditargetkan Naik 250%

    Medcom - 13 Februari 2020 00:03 WIB
    Ekspor Udang di Pasangkayu Ditargetkan Naik 250%
    Ilustrasi udang. Foto: Antara.
    Pasangkayu: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan ekspor udang di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat ditargetkan naik menjadi 250 persen pada tahun 2024. Pertumbuhan udang di tambak percontohan itu dinilai relatif lebih cepat dan menjadi daya tarik bagi para investor.

    "Model pengembangan kawasan tambak budidaya udang berkelanjutan telah nyata mampu menggenjot produktivitas udang secara signifikan. Jadi, sebenarnya dengan model teknologi seperti ini, target peningkatan 250 persen dalam lima tahun ke depan yang ditetapkan Presiden Jokowi sangat realistis", kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangannya, Rabu, 12 Februari 2020.

    Tambak udang berkelanjutan merupakan model percontohan yang dikenalkan Ditjen Perikanan Budidaya KKP dengan mendorong pengelolaan yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Model ini juga dinilai efektif untuk mengendalikan penyebaran hama dan penyakit udang karena berada dalam satu manajemen dan biosecurity yang ketat.

    Oleh karenanya, Slamet mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mendongkrak produktivitas budidaya udang di berbagai daerah salah satunya dengan mengembangkan percontohan model tambak budidaya udang berkelanjutan.

    Slamet menjelaskan model kawasan dinilai efektif untuk menjamin sistem produksi bisa berjalan terintegrasi mulai dari penataan tata letak, penyediaan benih bermutu, manajemen pakan, dan pengendalian penyakit dan lingkungannya. Menurutnya, melalui model ini produktivitas bisa digenjot hingga 5-10 ton per hektare.

    "Tahun 2024 kita menargetkan ekspor naik 250 persen, atau ada penambahan produksi udang nasional setidaknya mencapai 578 ribu ton. Setahun ini kita akan petakan kebutuhan lahan, infrastruktur dan sarana prasarana. Nanti baru kita lakukan realisasi, tentu dengan menggandeng seluruh stakeholders termasuk menarik investor masuk", imbuh Slamet.

    Slamet juga menegaskan bahwa tahun ini komoditas udang masih menjadi fokus pengembangan sebagai andalan ekspor perikanan nasional. Tahun 2018 tercatat ekspor udang Indonesia mencapai hampir 40 persen dari total nilai ekspor total produk perikanan nasional atau mencapai 1,3 miliar USD. Dengan menggenjot produktivitas budidaya diharapkan nilai produksi dapat naik hingga mencapai 3,25 miliar USD.

    Kita berhasil membuktikan bahwa model kawasan budidaya berkalanjutan ini menghasilkan produksi optimal dan ini telah memicu para investor masuk dan mengadopsi model sejenis. Dengan keterlibatan investor, tentu menambah optimisme, ke depan industri budidaya udang nasional akan semakin maju", pungkasnya.

    Model kawasan budidaya udang berkelanjutan yang dikembangkan di Pasangkayu seluas 45 hektare, dengan perkiraan produksi udang yang dihasilkan per siklus mencapai 12-14 ton per kolam. Luas kawasan ini akan terus berkembang mengingat mulai banyaknya investor yang masuk di bisnis ini.

    Senada dengan Slamet, Presiden Direktur PT. Manakara Sakti Abadi, Rudy Hartanto Wibowo, salah satu investor udang di Pasangkayu, menyatakan bahwa target 250 persen ekspor udang adalah realistis. 

    Ia meyakini target tersebut pasti tercapai. Menurutnya, kuncinya adalah keseriusan semua stakehokders terkait. Dirinya juga  melihat prospek industri budidaya udang nasional sangat menggiurkan dan bisa jadi andalan devisa.

    "Para pemilik modal saya rasa untuk mulai tidak ragu menginvestasikan dana dalam bisnis udang ini. Saya merasa, bisnisnya saat ini menjanjikan karena teknologi tersedia, SDM ada, dan infrastruktur mulai dibenahi.

    "jadi kesimpulannya ada peluang besar untuk meningkatkan supply share ekspor udang nasional. Saat ini produsen udang swasta nasional terus berupaya meningkatkan produksi untuk mencapai target tersebut. Intinya kami ingin ikut berperan dalam membantu terwujudnya program Pemerintah", tegas Rudy




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id