50 Ribu Desa di Indonesia Rawan Bencana

    Gonti Hadi Wibowo - 18 Januari 2020 14:02 WIB
    50 Ribu Desa di Indonesia Rawan Bencana
    Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar. (Foto: Istimewa)
    Palembang: Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) memprediksi sekitar 50 ribu desa di Indonesia rawan bencana alam. Banjir, tanah longsor, dan kekeringan adalah jenis bencana yang paling mendominasi.

    “Ada 50 ribu desa kami catat terancam terkena bencana sehingga saya sudah memberikan intruksi agar dana desa dapat digunakan untuk mitigasi bencana,” kata Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Kota Palembang, Sabtu, 18 Januari 2020.

    Abdul mengatakan pemanfaatan dana desa bisa digunakan untuk mitigasi bencana. Misalnya, membuat titik kumpul saat bencana terjadi, antisipasi, hingga evakuasi.

    “Untuk proses mitigasi bencana dana desa tidak dibebankan hingga berapa jumlah nominalnya tetapi harus digunakan secara jelas, efektif, dan efisien,” ungkapnya.

    Kendati diperbolehkan dipakai untuk mitigasi bencana, dana desa, kata dia, tidak bisa digunakan untuk tanggap darurat bencana. Alokasi dana desa untuk tanggap darurat mesti dianggarkan lebih dulu, bukan pada saat dana telah dicairkan.

    “Jika tidak dianggarakan dan direncanakan di awal dana desa itu tidak bisa digunakan untuk (tanggap darurat) bencana alam,” ujarnya.

    Di sisi lain, Abdul Halim memastikan pencairan dana desa tahun ini telah dilakukan sejak awal Januari. Pihaknya telah mengatur dana desa pada tahun ini bisa dicairkan sebesar 40 persen di awal. 

    “Dana desa segera langsung masuk ke rekening desa sehingga bisa langsung digerakkan ekonomi masyarakat terutama aktivitas padat karya,” pungkasnya.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id