Pengungsi Balita di Stadion Manakarra Mamuju Mulai Terserang Penyakit

    Antara - 22 Januari 2021 07:29 WIB
    Pengungsi Balita di Stadion Manakarra Mamuju Mulai Terserang Penyakit
    Sampah berserakan disekitar tenda pengungsi di luar halaman Stadion Manakarra, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (21/1/2020) (ANTARA/Fauzi Lamboka)



    Mamuju: Puluhan balita dan anak-anak di tenda pengungsian di luar Stadion Manakarra, Kabupaten Mamuju, Sulawesi barat, mulai terserang penyakit. Sejumlah orang tua mengaku anak mereka mengalami demam, flu dan batuk. Bahkan beberapa balita mengalami diare.
     
    "Flu, demam sampai mencret. Makan sembarangan," kata Rusma, warga Jalan Tuna, Kelurahan Binanga, melansir Antara, Jumat, 22 Januari 2021.
     
    Rusma menceritakan bagaimana mereka tiba di pengungsian setelah gempa mengguncang Mamuju pada 15 Januari 2021. Saat itu yang ada di benaknya hanya keselamatan anak-anaknya.
     
    “Kami lari dari rumah, tidak pakai sendal. Yang kami pikirkan itu yang penting anak-anak selamat,” kata Rusma.

    Baca: Pasar Tradisional di Mamuju Kembali Bergeliat
     

    Keluhan serupa diungkapkan Fitri, Fadliyanti, Masitah dan sejumlah ibu-ibu lainnya. Sejak sepekan di tenda pengungsian, kondisi kesehatan anak-anak mereka sangat mengkhawatirkan.
     
    Rata-rata anak-anak dan balita mengalami demam dan flu. Mereka membutuhkan obat-obatan, selimut, minyak telon, pakaian anak-anak, susu formula dan makanan bayi.
     
    "Anak-anak kedinginan kalau malam. Sarung yang dipakai mandi itu juga dipakai tidur," tutur Fitri, sambil menenangkan bayinya yang rewel karena demam.






    Demikian halnya Hamsinah. Warga Jalan Tuna itu mengaku anaknya mulai sakit setelah berada di pengungsian. Hamsinah juga menceritakan kondisi rumahnya yang rusak akibat guncangan gempa kala itu.

    Baca: Gunung Raung Kini Waspada

    "Masih bisa ditempati, tetapi kami takut untuk kembali. Waktu gempa, tabung gas dan kompor terlempar dan masuk ke laut,” katanya.
     
    Mereka berharap agar bantuan untuk kebutuhan mendesak anak-anak, segera datang. Seperti obat obatan, selimut, pakaian, minyak telon dan susu segera datang.

    Pantauan Antara, para pengungsi tinggal dengan sanitasi yang buruk dan berserakan sampah. Puluhan tenda pengungsuan berdiri tidak teratur, melingkari luar halaman stadion.
     
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status penanganan bencana gempabumi dengan magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat sebagai tanggap darurat. Penetapan status tanggap darurat itu dilakukan Gubernur Sulawesi Barat HM Ali Baal Masdar melalui surat nomor 001/Darurat-SB/I/2021, sejak 15 Januari 2021 sampai 28 Januari 2021.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id