Sulsel Bentuk 1.000 Relawan Perubahan Perilaku

    Media Indonesia.com - 17 November 2020 11:34 WIB
    Sulsel Bentuk 1.000 Relawan Perubahan Perilaku
    ilustrasi Medcom.id
    Makassar: Sekitar 1.000 orang akan menjadi relawan perubahan perilaku terkait covid-19 di tiga daerah di Sulawesi Selatan, yaitu Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros. 

    Koordinator Program Psikologi Sub Bidang Medis, Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Covid-19, Endang Mariani mengatakan 1.000 orang dari tiga daerah di Sulsel itu, nantinya diharapkan dapat menyebar ke seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka akan memberikan sosialisasi dan edukasi dalam pencegahan dan penanganan covid-19 di Sulawesi Selatan.

    "Para relawan ini akan mendapat pelatihan sebelum nantinya terlibat langsung di lapangan memberi sosialisasi dan edukasi terkait covid-19. Dengan kehadiran relawan perubahan perilaku maka masyarakat bisa bertahan dan tetap melakukan hal positif selama masih ada covid-19," kata Endang, Selasa, 17 November 2020.

    Menurutnya, relawan perubahan perilaku itu, punya tugas mengajak menyosialisasikan, mengedukasi masyrakat dalam penerapatan protokol kesehatan seperti menjalankan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun.

    Di Sulsel sebut Endang, bahkan telah diterapkan 3T, yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan) dengan baik. Demikian juga dengan kampanye aman, iman, dan imun dalam menghadapi pandemi. 

    "Bukan sekedar slogan. Keberhasilan ini, bisa menjadi model atau contoh untuk daerah lain. Para relawan juga diharapkan dapat memberikan pengalaman dan masukan, sehingga akan terjadi interaksi membangun. Pelibatan penyintas menjadi relawan dan duta di tengah masyarakat adalah hal yang menarik," sambung Endang.

    Baca: Camat di Jepara Meninggal Akibat Terpapar Covid-19
     
    Baginya, pendekatan yang dilakukan Pemprov Sulsel, mungkin belum menjadi fokus perhatian di daerah lain. Para penyintas, dapat menjadi agen-agen perubahan di tengah masyarakat. Pendekatan yang dilakukan akan lebih dalam karena pernah terpapar dan mengalami sendiri.

    "Kalau yang belum kena, mungkin apa yang disampaikan cuma teori berdasarkan pengetahuan. Beda Kalau sudah pernah kena dan mengalami langsung. Pengalamannya itu akan bisa lebih dalam. Bagaimana agar tidak terpapar, apa yang dirasakan, bagaimana bisa survive. Mereka pun bisa meminta orang lain untuk tidak memberikan stigma. Termasuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya perubahan perilaku, serta bagaimana cara mengkomunikasikannya kepada orang lain," urai Endang.

    Para relawan yang telah dilatih akan melaporkan kegiatan yang mereka  lakukan di tengah masyarakat melalui aplikasi INARISK yang dibuat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Termasuk solusi mereka dalam penanganan covid-19.

    Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan karena vaksin masih diusahakan dan obatnya belum ada, maka perlu mencari bagaimana cara meningkatkan imunitas masyarakat dalam masa pandemi covid-19 ini. 

    "Imunitas yang terbangun dari dalam tubuh, merupakan sistem pertahanan tubuh dan obat terbaik saat ini."

    Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id