comscore

Polisi Ungkap Penyelewengan Pupuk Bersubsidi di 9 Daerah se-Jatim

Amaluddin - 16 Mei 2022 17:39 WIB
Polisi Ungkap Penyelewengan Pupuk Bersubsidi di 9 Daerah se-Jatim
Barang bukti pupuk di Polda Jatim. (Medcom.id/Amaluddin)
Surabaya: Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengungkap kasus penyelewengan pupuk bersubsidi di sembilan daerah di Jatim. Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan 5.589 sak atau 279,45 ton pupuk. 

"Ada 21 orang yang telah ditetapkan terkait penyalahgunaan pupuk bersubsidi ini," kata Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta, di Surabaya, Senin, 16 Mei 2022.
Nico menjelaskan, kasus itu berawal ketika Ditreskrimsus Polda Jatim beserta polres jajaran serta Dinas Pertanian dan Perdagangan, melakukan pengumpulan informasi terkait dengan masalah pupuk. Ketersediaan pupuk akan memengaruhi produksi padi di Jatim sebagai salah satu wilayah lumbung padi terbesar di Tanah Air.

Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan indikasi penyimpangan di dalam ketersediaan pupuk maupun distribusi maupun harga. "Kami telah mengungkap sebanyak 17 laporan polisi yang telah dibuat dengan tersangka sebanyak 21 orang."

Terhadap puluhan kasus tersebut, lanjut Nico, sebanyak 13 kasus ditangani oleh Polda Jawa Timur. Sembilan kasus terjadi di Banyuwangi, Jember, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Tuban, Blitar, Sampang, dan Lamongan.

Baca juga:  Siap-siap, Pemerintah Batasi Jenis Pupuk Subsidi ke Petani

"Modusnya, para tersangka membeli pupuk yang kemudian mengganti dengan pupuk nonsubsidi yang harganya berbeda," ujarnya.

Padalah, kata Nico, pemerintah sudah menetapkan harga eceran tertinggi dengan harga semula yaitu Rp115 ribu. Namun oleh pelaku diganti sehingga petani membeli harga bervariasi antara Rp160 ribu sampai dengan Rp200 ribu.

"Kita bisa bayangkan dengan jumlah banyak itu akan memberatkan petani. Sedangkan para pelaku mengganti persaknya dan mendapatkan keuntungan dengan jumlah antara Rp45 ribu sampai Rp85 ribu persaknya,” beber dia.

Selain itu, lanjut Irjen Nico, modus yang dilakukan tersangka yaitu menjual dengan pupuk di atas harga eceran tertinggi. Petani yang sangat butuh pupuk pasti akan membeli.

Untuk mengelabuhi petugas, para tersangka juga menjual pupuk keluar provinsi. Polda Jatim juga mengungkap pupuk yang akan dikirimkan ke wilayah Kalimantan Timur dengan kapal.

"Kami akan koordinasikan dengan stakeholder terkait dari jajaran Pemprov Jatim, selanjutnya untuk melakukan pencegahan kami akan lakukan koordinasi lebih lanjut terkait dengan RDKK yaitu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani," imbuhnya.


(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id