Kasus Pencabulan dan Penipuan Online Marak Terjadi Selama Pandemi

    Rhobi Shani - 16 September 2021 13:59 WIB
    Kasus Pencabulan dan Penipuan <i>Online</i> Marak Terjadi Selama Pandemi
    Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M. Fachrur Rozi. Medcom.id/ Rhobi Shani.



    Jepara: Selama masa pandemi covid-19 angka kriminalitas di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, meningkat. Polres Jepara mencatat angka kasus pencabulan dan penipuan daring (dalam jaringan) paling banyak terjadi.

    Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Fachrur Rozi, mengatakan rentang Januari hingga kini tercatat aduan perkara penipuan daring mencapai 200 kasus. Kemudian aduan kasus pencabulan sebanyak 67 perkara. 

     



    “Kejahatan yang paling banyak penipuan online (daring) dan pencabulan yang paling banyak,” ujar Rozi, Kamis, 16 September 2021.

    Terkait dengan penipuan online, Rozi, mengungkapkan ada banyak modus yang digunakan pelaku. Itu seperti pinjaman online, arisan online, telepon keluarga bermasalah, permintaan kode one time password, bukti transfer palsu, bagi-bagi hadiah atau voucher, dan pesan singkat undian berhadiah.

    Baca: Miris, Remaja Ini 'Digarap' Bapak dan Kakak Kandung

    ‘Modus lainnya email yang menyatakan akun anda dibajak error, jual dengan harga miring atau lelang, belanja minta nomer ATM atau nomer KTP, kelebihan transfer, dan video call sex. Jadi ada banyak modus soal penipuan online ini dan modusnya selalu baru,” kata Rozi.

    Adapun kasus pencabulan bermodus melakukan bujuk rayu, paksaan, pergaulan, dan kurang pengawasan. Terkait dengan pencabulan, Rozi menegaskan tidak akan berdamai dengan pelaku.

    “Setiap kali saya menemui kasus pencabulan, saya tidak pernah mau berdamai. Pasti saya masukkan (proses hukum),” ungkap Rozi.

    Selain kedua kasus tersebut, di Kabupaten Jepara juga masih banyak tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Faktornya adiksi, masalah ekonomi, dan pengaruh lingkungan.

    Rozi menambahkan, kasus-kasus lain yang menjadi sorotan Polres Jepara adalah tindak pidana pencurian dan praktik penyampaian kabar bohong atau hoaks di media sosial.

    “Kami himbau masyarakat bisa lebih bijak saat bertindak. Kami akan pantau terus tindakan masyarakat yang berpotensi kriminal,” tandas Rozi.
     

    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id