comscore

Empat Korban Longsor di Luwu Ditemukan Tewas Tertimbun

Muhammad Syawaluddin - 04 Oktober 2021 17:28 WIB
Empat Korban Longsor di Luwu Ditemukan Tewas Tertimbun
Sebuah rumah terdampak tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Minggu (3/10). (BNPB)
Makassar: Empat korban yang tertimbun material tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, ditemukan. Keempatnya ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. 

Kepala Pelaksana BPBD Luwu, Rahman Madari, mengatakan keempat korban yang tertimbun material longsor ditemukan pencarian dilakuukan selama seharian oleh tim gabungan. Korban ditemukan pada waktu yang berbeda-beda.
"Jenazah korban ditemukan pada pukul 13.00 Wita satu orang, pukul 15.00 Wita dua orang. Terakhir pukul 16.00 Wita," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 4 Oktober 2021.

Keempat korban yang masih di bawah umur tersebut yakni Topan, 11; Imam, 7; Ammang, 16; dan Purqan, 4. Keempatnya merupakan anak kepala desa setempat. Ia mengungkapkan meskipun ada beberapa titik lokasi longsor, namun yang tertimbun hanya rumah kepala desa. 

"Kalau yang untuk longsor ini memang hanya rumahnya pak desa yang kena. Meskipun ada beberapa titik longsor.  Korban semua bersaudara," jelasnya. 

Baca: Cuaca Ekstrem di Padang Pariaman Sebabkan 8 Orang Tewas

Peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Luwu terjadi pada 3 Oktober 2021. Bencana banjir dan longsor terjadi lantaran intensitas hujan yang cukup tinggi. Yang mengakibatkan air merendam enam kecamatan tersebut. 

Akibat peristiwa itu sebanyak 237 rumah yang terdampak banjir dan tanah longsor. Ratusan rumah itu tersebar di beberapa lokasi, namun yang terbanyak berada di Kecamatan Lamasi Timur dengan 127 rumah terdampak banjir dan tanah longsor. 

Kemudian di Kecamatan Walenrang Timur dengan 40 rumah, dan Kecamatan Walenrang Utara sebanyak 25 rumah. Tidak hanya itu banjir bandang itu juga menghanyutkan tujuh ekor hewan ternak, satu sapi dan enam ekor kambing serta satu kandang ayam kosong di Desa Batustanduk, Kecamatan Walenrang.

Selain itu, puluhan hektare lahan persawahan terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 20-100 centimeter. Namun, dari informasi yang diperoleh ketinggian debit air di Sungai Lamasi sudah mengalami penurunan, dari enam meter surut menjadi tiga meter.

Tim gabungan saat ini juga telah membuka dapur umum untuk para korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu. Pihaknya juga mulai menyalurkan logistik ke beberapa lokasi pos pengungsian. 

"Sejak pagi tadi kami sudah buka dapur umum bagi korban. Serta menyalurkan logistik ke pos-pos pengungsian," jelasnya. 


(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id