Polda Jatim Tangkap 72 Anggota Perguruan Silat Terlibat Kekerasan di 8 Wilayah

    Amaluddin - 28 Oktober 2021 17:18 WIB
    Polda Jatim Tangkap 72 Anggota Perguruan Silat Terlibat Kekerasan di 8 Wilayah
    Polda Jatim meringkus puluhan oknum anggota pencak silat di delapan daerah di Jatim. (Medcom.id/Amal)



    Surabaya: Timsus Opsnal Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, dan Tim Buser Satreskrim Polres menangkap 72 oknum perguruan pencak silat. Penangkapan ini karena tindak kekerasan yang dilakukan para oknum tersebut, selama di beberapa wilayah sepanjang September-Oktober 2021.

    "Kasus kekerasan terhadap masyarakat itu dilakukan oleh anggota perguruan pencak silat, di delapan kabupaten/kota di Jatim. Aksi kekerasan ini meresahkan masyarakat," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko, saat rilis di Mapolda Jatim di Surabaya, Kamis, 28 Oktober 2021.

     



    Aksi kekerasan itu terjadi di delapan daerah di Jatim, yaitu di Kabupaten Lamongan terdapat lima laporan, Gresik dan Jombang masing-masing dua laporan, Kota Malang, Kota Kediri, Kota Blitar masing-masing satu laporan, Nganjuk delapan laporan. 

    "Kasus kekerasan yang melibatkan perguruan pencak silat ini, total ada 22 laporan dari masyarakat di delapan daerah itu," ujarnya. 

    Baca: 3 Orang Diperiksa Terkait Dugaan Penganiayaan oleh Kepala Desa di Jepara

    Dari delapan daerah itu, terdapat 72 orang pelaku kekerasan yang terdiri dari 53 pelaku usia dewasa, dan 19 orang sisanya masih usia anak-anak di bawah umur. Rinciannya, Polres Lamongan 13 dewasa dan tiga anak, Polres Jombang enam dewasa. 

    Kemudian, Polres Kediri Kota dua dewasa, Polres Gresik satu dewasa, Polres Nganjuk 24 dewasa dan 10 anak, Polresta Malang empat dewasa dan satu anak, Polres Blitar dua dewasa dan Polres Bojonegoro lima anak.

    "Yang melakukan kekerasan secara bersama-sama kepada orang ataupun barang dimuka umum, pada saat konvoi di jalan setelah melaksanakan kegiatan latihan rutin maupun kegiatan pengesahan," katanya. 

    Para pelaku ini akan dikenakan Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana secara bersama-sama dimuka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang. Mereka terancam pidana penjara tujuh tahun jika menyebabkan luka, sembilan tahun jika menyebabkan luka berat, dan 12 tahun jika menyebabkan meninggal dunia. 

    Bagi tersangka yang masih di bawah umur, merujuk pada ketentuan dalam Pasal 19 dan Pasal 32 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, terhadap Tersangka Anak/ABH tidak dilakukan penahanan.


    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id