Ridwan Kamil Lepas 110 Patriot Desa

    Roni Kurniawan - 28 November 2019 16:05 WIB
    Ridwan Kamil Lepas 110 Patriot Desa
    Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melepas 110 orang sebagai patriot desa 2019 di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis, 28 November 2019.
    Bandung: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, resmi melepas 110 orang sebagai patriot desa 2019. Mereka akan terjun ke desa-desa di Jabar sebagai pendamping untuk memajukan desa.

    Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, ratusan patriot desa tersebut telah mendapat pelatihan selama 45 hari dari Dinas Pemberdayaan dan Desa (DPM-des) Jabar. Mereka dibekali berbagai keahlian termasuk digital ekonomi yang akan menjadi kekuatan bagi desa-desa di Jabar.

    "Dari hadirnya instrumen ekonomi untuk menyejahterakan warga desa. Mereka adalah orang-orang yang punya kemampuan teknis, pintar, paham digital, ekonomi dan lain-lain. Punya semangat kejuangan dilatih 45 hari oleh ibu Tri Mumpuni dan Dinas desa. Punya kemampuan memberdayakan masyarakat karena tidak top down harus bottom up," ujar Emil saat melepas 110 patriot desa di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis, 28 November 2019.

    Emil mengaku, para patriot desa ini akan ditempatkan di desa-desa perbatasan Jabar dengan wilayah lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemprov Jabar pun, lanjut Emil, akan memberikan dukungan yang dibutuhkan desa melalui pemetaan yang dilakukan para patriot ini.

    "Mereka ditempatkan di desa-desa paling terbelakang, di perbatasan, dari yang terlihat, tidak mungkin harus menjadi mungkin. Kami nanti dari Bandung akan mendukung, misalnya butuh traktor, butuh instrumen-instrumen untuk melahirkan gagasan itu kita akan dukung lahir batin," kata Emil.

    Emil berharap, desa-desa di Jabar akan naik kelas dan maju serta melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk bersaing diberbagai bidang.

    "Ujung-ujungnya adalah desa di Jabar harus maju dan inilah contoh lahirnya anak-anak muda milenial yang patriot, yang lain masih nyaman di kota dengan zona nyamannya, mereka berkeringat, panas-panasan nyari gagasan untuk membawa perubahan," pungkas Emil.

    Sementara itu Kepala DPM-des, Dedi Supandi, mengatakan penjaringan para patriot desa telah dilakukan sejak awal 2019 silam. Lebih dari tiga ribu orang mendaftar untuk bisa menjadi patriot desa, namun hanya 110 orang yang terpilih di tahun pertama ini.

    "Untuk tahun ini, ada 110 orang yang terpilih dari tiga ribuan yang mendaftar. Antusias masyarakat sangat tinggi untuk menjadi patriot desa, tapi kami tahun pertama ini baru bisa 110 desa," ungkap Dedi.

    Dedi menyebutkan, para patriot tersebut datang dari berbagai latar dan mayoritas berpendidikan strata satu (S1). Ia yakin para patriot mampu menggali potensi disetiap desa terutama yang belum memiliki Badan Usaha Milid Desa (Bumdes) 

    "Tugas mereka menggali potensi dan manfaatkan potensi di desa sehingga pemanfaatan riil ekonomi, sehingga bisa topang dan bentuk Bumdes. Kebijakan di kami, target diawal 2020 seluruh desa sudah punya Bumdes," tegasnya.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id