Polda Jambi: SMB Murni Kelompok Kriminal Bersenjata

    ant - 22 Juli 2019 12:43 WIB
    Polda Jambi: SMB Murni Kelompok Kriminal Bersenjata
    ilustrasi medcom.id
    Jambi: Kepolisian Daerah Jambi memastikan kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang menyerang tim TNI satgas Karhutla di Distrik VIII PT Wira Karya Sakti, Kabupaten Tanjungjabung Barat, dipastikan kelompok kriminal bersenjata.

    Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes M Edi Faryadi mengatakan kepastian itu setelah polisi membuktikan tidak ditemukan alat pertanian dan bibit tanaman apa pun dari markas SMB yang ada di Kabupaten Batanghari.

    "Yang kami temukan di lokasi perkampungan SMB di sana adalah puluhan senjata api
    rakitan, senjata tajam berbagai jenis serta bambu runcing yang ada di sana dan tim tidak menemukan cangkul atau pun bibit tanaman di perkampungan itu, sehingga bisa disimpulkan bahwa mereka adalah KKB atau kelompok kriminal bersenjata yang melakukan kejahatan selama satu tahun lebih di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi," kata Edi Faryadi.

    Baca: Anggota TNI dan Polri di Jambi Dikeroyok


    Menurut Edi, polisi punya bukti untuk menyatakan bahwa SMB tersebut adalah KKB yang aksinya sudah meresahkan warga sekitar dan sudah melanggar tindak pidana pasal berlapis.

    Polda Jambi terakhir telah menetapkan 59 orang tersangka, dan tahap pertama ada 41 orang tersangka termasuk Muslim dan istrinya, serta tahap kedua ada lagi 18 orang tersangka karena aksi mereka telah melakukan penyerangan terhadap tim patroli yang terjadi di PT WKS Distrik VIII. 

    Dari 18 tersangka baru itu, ada dua warga Suku Anak Dalam (SAD) yakni Untung dan Yandang yang menjadi korban dari janji manis Muslim akan memberikan lahan jika para SAD mau bergabung dengan Kelompok SMB.

    Edi mengatakan, tersangka Muslim pimpinan KKB SMB itu dengan sengaja manggunakan warga SAD untuk bertahan dari penangkapan polisi selama ini dan memudahkan aksinya untuk menjarah lahan yang ada.

    "Dia sengaja memprovokasi Suku Anak Dalam agar memusuhi warga dan aparat kepolisian serta TNI, untuk menanamkan doktrin jika warga sekitar dan polisi itu orang jahat, dan dia datang sebagai penolong," kata Edi 

    Dia menambahkan, kelompok SMB sangat berbahaya jika terus dibiarkan berkeliaran, sehingga pihaknya akan menyelesaikan permasalahan tersebut sampai kelompok dari Muslim dibubarkan.

    Total hingga saat ini sudah ada 59 orang yang menjadi tersangka dari kelompok kriminal bersenjata tersebut. Hasil pemeriksan terhadap tersangka terungkap fakta bahwa Muslim dan istrinya yang bernama Deli Fitri sangat diagungkan oleh anggota SMB dan SAD.    

    "Muslim dipanggil Yang Mulia dan istrinya Bunda Ratu," kata Edi.

    Muslim diketahui sebagai penggerak dari kelompok SMB, sedangkan peran istrinya berkerja untuk mengumpulkan dana jika akan ada penyerangan. Aksi mereka tersusun rapi untuk melakukan penyerangan, seluruh anggota patuh terhadapnya, jika ada
    yang membantah maka akan diancam dan dianiaya.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id