Warga Dusun Pancer Tagih Sertifikasi Tanah ke Jokowi

    Rizky Dewantara - 02 Desember 2019 10:40 WIB
    Warga Dusun Pancer Tagih Sertifikasi Tanah ke Jokowi
    Warga Dusun Pancer mendatangi Istana Bogor, Jawa Barat. Foto: Medcom.id/Rizky Dewantara
    Bogor: Warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendatangi Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat. Mereka menuntut janji kampanye Presiden Joko Widodo untuk menerbitkan sertifikat tanah.

    "Kami, enam orang mewakili ribuan masyarakat Dusun Pancer, Desa Sumber Agung, Jawa Timur, sengaja datang ke Bogor untuk menemui Presiden Jokowi. Agar tanah yang ditempati ribuan warga memiliki sertifikat tanah," ungkap Gitorolis, 35, Warga Dusun Pancer RT 06/03, Desa Sumberagung, Kabupaten Banyuwangi, saat ditemui di depan Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu, 1 Desember 2019.

    Gitorolis menerangkan warga Dusun Pancer lainnya sudah berusaha lebih dari 10 tahun mengurusi perihal tanah, namun nihil. Sebanyak tiga ribu Kepala Keluarga (KK) tinggal di Dusun Pancer, warga sudah memegang bukti kepemilikan tanah.

    "Kita punya dokumen sesuai pengukuran, tanah keseluruhan ada 29,2 hektar, satu KK 15 2x8, jadi sudah dipetakan. Kami meminta agar Presiden Jokowi turun tangan dengan menerbitkan sertifikat tanah kepada warga yang sejak tahun 1974 sudah tinggal di Dusun Pancer," jelasnya.

    Ditempat yang sama, Miswati, 41, menjelaskan, selain meminta sertifikat tanah, warga juga menentang aktivitas pertambangan emas di area Desa Sumberagung seluas 29,2 hektare. Desa tersebut dihuni lebih dari 6.000 jiwa. 

    "Desa kami akan dijadikan tempat tambang emas oleh PT BSI (Bumi Sukses Indo). Jadi kita ke Istana Bogor ingin menyampaikan juga, bahwa warga menolak desanya dijadikan tempat tambang emas," kata Miswati di lokasi serupa. 

    Dia menerangkan perwakilan warga desa lainnya juga sudah ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengadukan aktivitas pertambangan. Dia mengungkap aktivitas tambang berdampak ke kesehatan masyarakat desa. 

    "Kita kemarin dari KLHK mengadukan aktivitas tambang yang berusaha untuk mengeruk lahan warga. Yang kita khawatirkan dampak lingkungannya, seperti limbah, debu, bising yang mengusik ketenangan masyarakat di situ dan juga kesejahteraan,"tandasnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id