1.000 Relawan Akan Edukasi Warga Sulsel Soal Covid-19

    Media Indonesia.com - 18 November 2020 06:51 WIB
    1.000 Relawan Akan Edukasi Warga Sulsel Soal Covid-19
    ilustrasi Medcom.id
    Jakarta: Satuan Tugas Covic-19 menyiapkan sekitar 1.000 orang untuk menjadi relawan perubahan perilaku pencegahan penularan covid-19 di tiga daerah di Sulawesi Selatan.

    Koordinator Program Psikologi Sub Bidang Medis, Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Covid-19, Endang Mariani, mengatakan tiga daerah yang menjadi konsen yaitu Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros.

    "Para relawan ini akan mendapat pelatihan, sebelum nantinya terlibat langsung di lapangan memberi sosialisasi dan edukasi terkait covid-19. Dengan kehadiran relawan perubahan perilaku, masyarakat bisa bertahan dan tetap melakukan hal positif selama masih ada covid-19," kata  Endang, Rabu, 18 November 2020.

    Baca: Longsor di Banyumas, 5 Tewas

    Endang menjelaskan relawan perubahan perilaku punya tugas mengajak, menyosialisasikan, mengedukasi masyrakat dalam penerapatan protokol kesehatan seperti menjalankan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun.

    Endang menyebutkan di Sulsel telah diterapkan 3T, yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan) dengan baik. Demikian juga dengan kampanye aman, iman, dan imun dalam menghadapi pandemi.

    "Keberhasilan ini, bisa menjadi model atau contoh untuk daerah lain. Para relawan juga diharapkan dapat memberikan pengalaman dan masukan, sehingga akan terjadi interaksi membangun. Pelibatan penyintas menjadi relawan dan duta di tengah masyarakat adalah hal yang menarik," jelas Endang.

    Menurutnya pendekatan yang dilakukan Pemprov Sulsel, mungkin belum menjadi fokus perhatian di daerah lain. Para penyintas dapat menjadi agen-agen perubahan di tengah masyarakat. Pendekatan yang dilakukan akan lebih dalam karena pernah terpapar dan mengalami sendiri.

    Para relawan yang telah dilatih akan melaporkan kegiatan yang mereka lakukan di tengah masyarakat melalui aplikasi INARISK yang dibuat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Termasuk solusi mereka dalam penanganan covid-19.

    "Kalau yang belum kena, mungkin apa yang disampaikan cuma teori berdasarkan pengetahuan. Beda Kalau sudah pernah kena dan mengalami langsung. Pengalamannya itu akan bisa lebih dalam. Bagaimana agar tidak terpapar, apa yang dirasakan, bagaimana bisa survive," ungkap Endang.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id