Potensi Bahaya Guguran Lava dan Awan Panas Merapi Bisa Capai 5 Km

    Media Indonesia.com - 15 Februari 2021 08:24 WIB
    Potensi Bahaya Guguran Lava dan Awan Panas Merapi Bisa Capai 5 Km
    Guguran lava terlihat dari Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu, 17 Januari 2021. (Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)



    Yogyalarta: Balai Penyelidikan dan Pengembagan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, memperingatkan masyarakat tentang potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas yang mengarah ke sektor selatan-barat daya.

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Rachmad Widyo Laksono mengemukakan potensi tersebut meliputi Sungai Kuning, Sungai Boyong, Sungai Bedog, Sungai Krasak, Sungai Bebeng, dan Sungai Putih sejauh maksimal 5 kilometer.




    "Sedangkan lontaran material vulkanis bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak," kata Rachmad, Senin, 15 Februari 2021.

    Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya serta agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.

    "Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi," jelasnya.

    Baca juga: Populer Daerah; Ratusan Santri Terjangkit Covid-19 Hingga Tol Cipali Buat Jalan Darurat

    Sementara terkait dengan pengamatan terhadap Gunung Merapi selama 12 jam mulai dari pukul 18.00 pada Minggu, 14 Februari hingga pukul 06.00 pada Senin, 15 Februari 2021, gunung tertutup kabut dan awan kawah tidak teramati.

    Pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 hari Senin, dilaporkan adanya dua kali guguran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 900 meter.

    Selama 12 jam, lanjutnya, seismogram mencatat adanya kegempaan guguran sebanyak 59 kali dengan amplitudo 3-30 milimeter dan durasi 11-91 detik, 2 kali tektonik jauh dengan amplitudo 3 milimeter dan durasi 24 detik, kegempaan fase banyak atau hybrid 31 kali dengan amplitudo 3-34 milimeter dan durasi 110-114 detik.

    "Dengan aktivitas tersebut, sampai saat ini BPPTKG Yogyakarta masih menyematkan status Siaga atau Level III," imbuhnya. (Agus Utantoro)

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id