DIY Kewalahan Menyediakan Ruang Isolasi

    Ahmad Mustaqim - 14 Mei 2020 16:43 WIB
    DIY Kewalahan Menyediakan Ruang Isolasi
    Sekretaris Daerah Pemerintah DIY, Kadarmanta Baskara Aji. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
    Yogyakarta: Pemerintah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kewalahan menyediakan lokasi isolasi bagi warga yang terpapar covid-19. 

    "Gugus tugas bidang kesehatan menyampaikan bed (tempat tidur) sudah mencapai 70 persen terpakai," kata Sekretaris Daerah Pemerintah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, di Yogyakarta, Kamis, 14 Mei 2020. 

    Dari 181 kasus covid-19, 106 pasien di antaranya dirawat di ruang isolasi. Kondisi ini belum menghitung penggunaan ruang isolasi untuk pasien dalam pengawasan (PDP).

    Disisi lain, jumlah kasus potensial bertambah menyusul berkembangnya hasil tes dan pelacakan sejumlah klaster penyebaran virus, salah satunya klaster Indogrosir. 

    Menurut Kadarmanta, Pemprov DIY telah meminta Pemerintah Kabupaten Sleman dan Bantul melakukan penghitungan kondisi petugas medis. Bila ada, petugas medis bisa ditempatkan di RSPAU Hardjolukito.

    "Yang sudah pasti menyampaikan dengan ada kekurangan adalah Bantul. Bupati menyampaikan, di sana membuka RS Lapangan sendiri sehingga tenaga kesehatan tersedot ke sana," kata dia. 

    Baca juga: Warga Kulon Progo Diminta Proaktif Cegah Transmisi Lokal Covid-19

    Sampai sekarang, lanjut Kadarmanta, pemerintah belum tahu langkah apa yang akan diambil. Sebab sejumlah petugas medis telah diperbantukan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, di Jakarta.

    Kemudian di RSUD Wonosari, Gunungkidul, pun dalam situasi serupa. Rumah sakit tersebut miliki 15 ruangan dengan 17 tempat tidur sebagai tempat isolasi, ditambah dengan dua ruang isolasi anak. 

    "Dengan ada 13 orang konfirmasi positif, dan empat PDP (pasien dalam pengawasan), ruang isolasi sudah penuh. Ruang isolasi anak juga sudah digunakan," kata Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistiyowati. 

    Heru mengatakan, pihak rumah sakit tengah menyiapkan satu bangunan yang terdapat tujuh ruangan dengan 14 tempat tidur. Namun, ruangan itu saat ini masih digunakan merawat pasien. 

    "Ada 12 spesimen baru yang dikirimkan ke laboratorium, mungkin (hasilnya) segera keluar. Kami bingung mau ditempatkan di mana karena sudah penuh. Yang confirm mau ditempatkan di mana," pungkasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id