Tangerang Raya Kembali Perpanjang PSBB

    Hendrik Simorangkir - 21 September 2020 13:21 WIB
    Tangerang Raya Kembali Perpanjang PSBB
    Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar. (Foto: Medcom.id/Hendrik)
    Tangerang: Wilayah Tangerang Raya, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, sepakat kembali memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 4 Oktober 2020. Perpanjangan ini dilakukan lantaran masih adanya peningkatan kasus covid-19 yang cukup signifikan.

    "Ya, keputusannya penerapan PSBB kembali diperpanjang dan memang akan diperpanjang terus oleh Gubernur Banten," ujar Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Senin, 21 September 2020.

    Perpanjangan penerapan PSBB itu akan dilakukan selama 14 hari. Untuk itu Pemkab Tangerang akan merevisi surat edaran perihal pencegahan dan pengendalian covid-19 pada pelaksanaan aktivitas pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum dan pasar dalam situasi covid-19.

    "Dalam penerapan ini, ada beberapa aturan atau poin yang diubah, dan itu ada dalam surat edaran," jelasnya.

    Berdasarkan data yang diterima, pada Surat Edaran Nomor 443.2/2790-KSD/2020, terdapat empat hal yang harus disesuaikan dalam kondisi saat ini. Pertama, agar senantiasa memantau dan memperbarui perkembangan informasi kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pasar modern/tradisional tentang protokol kesehatan covid-19 yang ketat.

    Kedua, agar melaksanakan monitoring pembatasan waktu operasional bagi kegiatan keagamaan, pusat perbelanjaan, toko, swalayan, pasar modern/tradisional, rumah makan, kafe, dan restoran siap saji, sampai dengan pukul 20.00 WIB. Ketiga, melanjutkan program Gebrak Masker secara menyeluruh, simultan dan berkelanjutan di semua level sampai dengan Desember 2020.
     
     

    Keempat, melaksanakan koordinasi dan aksi penanganan, pencegahan covid-19 lintas sektoral (Koramil, Polsek, Puskesmas, Kepala Desa/Lurah, PKK/Kader PKK, Rukun Warga, Rukun Tetangga, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat).

    Dalam hal ini, Pemkab Tangerang juga menerapkan sanksi lebih tegas dari yang sebelumnya. Yang mana dalam poin nomor dua, bila pemilik usaha melakukan pelanggaran, maka akan dikenakan teguran hingga sanksi berupa penutupan tempat usaha.

    Lalu, pada poin nomor tiga, program Gebrak Masker atau Operasi Yustisi, pelanggar akan dikenakan sanksi berupa sanksi sosial, seperti membersihkan jalan, hingga push-up.

    Zaki berharap, dengan poin-poin yang ada dalam surat edaran tersebut, tingkat kesadaran masyarakat untuk bisa mematuhi dan menarapkan standar protokol kesehatan covid-19 makin meningkat. 

    "Sehingga, dapat menekan angka covid-19 di Kabupaten Tangerang," katanya.

    (ALB)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id