63 Titik Panas Indikasi Karhutla Terpantau di Riau

    Antara - 22 Februari 2021 11:56 WIB
    63 Titik Panas Indikasi Karhutla Terpantau di Riau
    ilustrasi Medcom.id



    Pekanbaru: Jumlah titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terpantau di Provinsi Riau pada Senin, 22 Februari 2021 naik drastis menjadi 63. Sebelumnya, hanya terpantau sembilan titik panas.

    "Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang hanya sembilan titik panas, pada Senin pagi ini jumlahnya meningkat sangat tinggi," kata Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Yasir Prayuna, di Pekanbaru, Riau, Senin, 22 Februari 2021.






    Pantauan BMKG Stasiun Pekanbaru, pada Senin pagi, pukul 06.00 WIB seluruhnya ada 126 titik panas indikasi awal karhutla di wilayah Sumatera dan 63 di antaranya ada di Provinsi Riau. Titik panas di Riau terpantau di Kabupaten Bengkalis (18), Kabupaten Pelalawan (32), Kota Dumai (7), Kabupaten Rokan Hilir (4), Kabupaten Kepulauan Meranti (1), dan Kabupaten Indragiri Hilir (1).

    Baca: 10 Kabupaten di Sumsel Rawan Karhutla

    Yasir mengemukakan wilayah Provinsi Riau saat ini memasuki musim kemarau pertama. Hal itu berbeda dengan daerah lain di Pulau Jawa yang saat ini masih mengalami musim hujan.

    "Riau punya karakteristik yang berbeda karena kebalikannya apabila di Jawa kondisi basah, maka di Riau kering. Sekarang Riau sedang musim kemarau yang pertama sampai bulan April," terangnya.

    Menurut dia, suhu udara di Riau berkisar 32 sampai 33 derajat celsius.  Selain itu, kelembaban udaranya tergolong rendah sehingga udara terasa panas dan gerah.

    "Sampai saat ini juga belum ada peluang akan hujan," jelasnya.

    Baca: Ratusan Titik Api Muncul di Riau

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger mengatakan, cuaca yang panas dan jumlah titik panas yang meningkat drastis membuat wilayah Riau rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.

    "Titik panas melejit, namun sedang kami koordinasikan apakah masih berupa titik panas atau sudah titik api," katanya.

    Ia mengatakan, Satuan Tugas Karhutla Riau berusaha mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada untuk mencegah dan menangani kebakaran lahan sambil menunggu bantuan helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

    Pemerintah Provinsi Riau memberlakukan status siaga darurat karhutla mulai Februari hingga akhir Oktober 2021 untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id