Kendaraan di Tol Lampung Mulai Ramai Jelang Pelarangan Mudik

    Antara - 05 Mei 2021 02:57 WIB
    Kendaraan di Tol Lampung Mulai Ramai Jelang Pelarangan Mudik
    Jalan Tol Trans Sumatra ruas Bakauheni-Terbanggi Besar. ANTARA/HO



    Bandarlampung: Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terlihat ramai dilalui kendaraan, baik mobil pribadi, bus, maupun truk pengangkut logistik menjelang pelarangan mudik Lebaran 2021 yang berlaku pada Kamis, 6 Mei 2021.

    Berdasarkan pantauan di Gerbang Tol Bakauheni Selatan, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa, 4 Mei 2021, kendaraan roda empat yang menuju Sumatra, baik bus, mobil pribadi, maupun truk logistik mulai ramai, namun tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang.






    "Dilihat dari kondisinya peningkatan kendaraan menuju Sumatera yang masuk melalui Gerbang Tol Bakauheni mulai terjadi, dibandingkan hari biasa," kata salah satu penjaga Gerbang Tol Bakauheni Selatan, Roy, di Lampung Selatan, Rabu, 5 Mei 2021.

    Baca: Polisi Buru Perawat Pembakar di Malang

    Dia menjelaskan peningkatan arus lalu lintas sekarang tidak sebanyak pada Senin, 3 Mei 2021 yang terdata sebanyak 30 persen dari hari biasanya.

    "Meski begitu, peningkatan volume kendaraan ini tidak sampai membuat kemacetan panjang di Gerbang Tol Bakauheni Selatan," jelasnya.

    Petugas KA Induk 01 Bakauheni dari Satuan PJR Ditlantas Polda Lampung, AKP Hadly Nasution, mengatakan peningkatan volume kendaraan ini masih terbilang terkendali.

    "Kalau pantauan kami peningkatan volume kendaraan masih didominasi oleh kendaraan pribadi," jelas Hadly.

    Pihaknya bersama instansi terkait telah membentuk posko penyekatan di Gerbang Tol Bakauheni guna mengantisipasi adanya pemudik yang masih nekat melakukan perjalanan.

    Berdasarkan pengalaman tahun lalu saat pelarangan mudik, katanya, masyarakat masih ada saja yang nekat melakukan perjalanan dengan berbagai upaya.

    "Macam-macam modusnya, tahun lalu ada yang menumpang di mobil ekspedisi atau truk untuk bisa lolos pengawasan, ini benar-benar harus kita antisipasi dan kalau ketahuan mereka tetap akan diputar balik," ungkapnya.

    Ia menegaskan bahwa yang boleh melakukan perjalanan hanya orang sakit dan mau melahirkan, pegawai negeri sipil, serta TNI/Polri yang memiliki surat dinas, selain itu sudah pasti akan diputar balik.

    "Orang melahirkan dan sakit pun yang boleh menemani hanya dua orang saja di dalam kendaraan," ujarnya.



     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id