Atlet Difabel Sulsel Tuntut Bonus Setara Kontingen PON

    Andi Aan Pranata - 27 April 2017 10:59 WIB
    Atlet Difabel Sulsel Tuntut Bonus Setara Kontingen PON
    Atlet difabel yang bernaung di bawah National Paralympic Committee (NPC) Sulawesi Selatan -- MTVN/Andi Aan Pranata
    medcom.id, Makassar: Atlet difabel yang bernaung di bawah National Paralympic Committee (NPC) Sulawesi Selatan mendesak pemerintah provinsi segera mencairkan bonus bagi peraih medali Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV di Bandung pada 2016.

    Ketua NPC Sulsel Sonny Sandra berharap, pemprov memperlakukan atlet secara setara. Sebab, pada saat bersamaan, atlet peraih medali Pekan Olahraga Nasional 2016 telah diberikan bonus atau tali asih.

    "Kami menuntut penghargaan yang sama. Untuk bonus, kami harap segera dicairkan. Jangan menunggu lama," kata Sonny di Makassar, Kamis 27 April 2017.

    Pada Peparnas Bandung, kontingen Sulsel meraih satu medali emas, delapan perak, serta 18 perunggu. Satu-satunya emas didapatkan dari cabang olahraga atletik.

    Meski di bawah target, menurut Sonny, prestasi tersebut telah mengharumkan nama Sulsel. Sehingga, sudah sepantasnya Pemprov Sulsel memberi penghargaan kepada atlet.

    Sebelumnya, lanjut Sonny, pihaknya telah bertemu sejumlah pejabat Pemprov Sulsel. Sesuai hasil audiensi, NPC kemudian mengajukan proposal anggaran senilai Rp1,3 miliar untuk disalurkan kepada para peraih medali.

    "Tapi, sampai sekarang belum ada realisasi. Padahal, nilai yang kami ajukan jauh di bawah total bonus untuk atlet PON," ujar Sonny.

    Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel Sri Endang Sukarsih menyatakan, sudah berupaya membantu atlet difabel dengan menerbitkan rekomendasi dana hibah. Dana tersebut yang nantinya akan disalurkan melalui KONI.

    Sri mengakui, tidak bisa memenuhi permintaan Rp2 miliar yang diajukan NPC. Bonus bagi atlet tergantung kekuatan keuangan daerah.

    Saat ini, yang bisa dipenuhi senilai Rp260 juta. Perbedaan jumlah itu bukan bentuk diskriminasi.

    "Kebijakan dan keberpihakan kepada disabilitas ini hal yang baru. Makanya, pemerintah baru menyesuaikan diri. Semestinya mereka bersabar," kata Sri.

    Sri juga menjelaskan, bahwa NPC merupakan lembaga baru. Lembaga tersebut disebut kurang aktif dalam melaporkan kegiatannya.

    "Kami selalu minta agar kegiataannya dilaporkan, agar kita tau progresnya," pungkasnya.



    (NIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id