comscore

7 Penyelundup Belasan PMI Ilegal Dibekuk

Antara - 05 Juli 2022 11:31 WIB
7 Penyelundup Belasan PMI Ilegal Dibekuk
Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono. ANTARA/Nikolas Panama
Bintan: Personel Polres Bintan, Polda Kepulauan Riau, menangkap tujuh orang yang diduga menyelundupkan sebanyak 16 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal.

Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono mengatakan tujuh orang yang terlibat dalam penyelundupan calon PMI merayu para korban, yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Warga Lombok tersebut direncanakan bekerja di Malaysia melalui jalur ilegal.

Para pelaku mendapatkan keuntungan setelah membawa calon PMI ilegal itu ke Kota Batam dan Bintan. Keuntungan yang diperoleh berkisar antara Rp10 juta sampai Rp15 juta per orang.

"Calon PMI itu direncanakan berangkat ke Malaysia melalui Batam dan Bintan," katanya, Selasa, 5 Juli 2022,

Kapolres mengemukakan anggotanya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku. Barang bukti yang berhasil diamankan, yakni satu unit mobil Brio warna silver, satu unit mobil Proton Exora warna ungu, dan satu unit kapal speed fiber warna abu-abu bermesin 40 PK merek Yamaha.
 
Baca juga: Polda Kepri Butuh Tambahan Kapal Cepat Jaga Perbatasan dari PMI Ilegal

"Pelaku diduga melanggar Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," jelas dia.

Tidar mengungkapkan kasus itu terungkap berawal dari informasi masyarakat yang merasa curiga terhadap aktivitas para pelaku. Berdasarkan informasi awal itu, anggota Polres Tanjungpinang bergerak ke lokasi.

"Penangkapan dilakukan sehari yang lalu, berawal dari laporan warga," ujarnya.

Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak termakan bujuk rayu menjadi PMI ilegal, apalagi terlibat dalam proses yang melanggar hukum.

"Kami berharap kepada masyarakat, apabila ada informasi tentang pemberangkatan PMI secara ilegal, atau tidak sah agar segera mungkin melaporkan kepada kami. Kami menjamin akan kerahasiaan pelapor, karena dilindungi undang-undang," terang Tidar.


(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id