49 Orang di Jatim Positif Korona Setelah Rapid Test

    Amaluddin - 31 Maret 2020 20:26 WIB
    49 Orang di Jatim Positif Korona Setelah Rapid Test
    ilustrasi Medcom.id
    Surabaya: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah menggelar tes cepat atau rapid test covid-19 di 38 kabupaten/kota di Jatim. Sejauh ini ada 2.020 orang yang telah dites dan hasilnya ada 49 orang dinyatakan positif terjangkit.

    "Hari ini ada 2.020 orang yang telah rapid test, dan yang terkonfirmasi ada 49 orang," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, 31 Maret 2020.

    Namun Khofifah menyebut hasil tes cepat itu tidak bisa dijadikan patokan untuk mendiagnosa akhir bahwa pasien tersebut positif covid-19. Mereka masih harus menjalani tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium yang telah ditunjuk seperti Tropical Disease Center Universitas Airlangga, Surabaya.

    Menurut Khofifah hasil rapid test 49 orang positif covid-19 tidak bisa diakumulasikan secara langsung ke dalam jumlah 93 pasien positif virus korona. Karena 93 pasien itu sudah dipastikan berdasarkan hasil tes di laboratorium.

    "Bahwa ynag terkonfirmasi positif melalui rapid test ini tidak bisa jadi patokan positif covid-19, karena mereka tetap harus dapat presisi yang baik dengan dilakukan presesi swab tes," jelas Khofifah.

    Sebelumnya sebanyak 1.316 pasien telah menjalani rapid test dan hasilnya ada 28 orang dinyatakan positif covid-19. Namun 28 orang itu juga masih harus menjalani tes swab terlebih dahulu untuk memastikan.

    "Saya sudah minta ke dr Joni Wahyuhadi (Ketua Gugus Tugas Rumpun Kuratif), untuk bisa segera lakukan swab kepada 28 orang yang positif rapid test," ungkap Khofifah.

    Khofifah mengimbau agar orang yang diketahui positif tidak perlu khawatir masalah biaya, karena biayanya akan ditanggung penuh oleh Pemprov Jatim. Sementara jika hasil keduanya positif yakni rapid test dan tes swab, maka biaya akan ditanggung pemerintah pusat.

    "Kalau rapid test positif lalu swab negatif maka biaya ditanggung Pemprov. Kalau rapid test positif, swab psoitif, biayanya akan ditanggung pemerintah pusat," pungkas Khofifah.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id