Sebagian Warga Bogor Tak Valid Isi Sensus Penduduk Online

    Rizky Dewantara - 18 Februari 2020 09:07 WIB
    Sebagian Warga Bogor Tak Valid Isi Sensus Penduduk <i>Online</i>
    Petugas mengamati pergerakan sensus penduduk secara online di ruang kendali eksekutif sensus penduduk Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta, Senin (17/2/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidaya
    Bogor: Sebagian warga Kota Bogor masih tak valid mengisi data sensus penduduk 2020 secara online sejak dibuka pada 15, Februari 2020. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, Bambang Ananto Cahyono, menyayangkan sikap warga tersebut.

    "Masih adanya warga yang mengisi data secara asal, seperti warga yang input profesinya sebagai wali kota, gubernur, bahkan presiden. Jadi harapan kami semua bisa menjawab dengan jujur dan benar, karena data ini akan digunakan oleh pemerintah untuk menyusun kebijakan," kata Bambang kepada Medcom.id di Bogor, Jawa Barat, Selasa, 18 Februari 2020.

    Bambang ada 21 pertanyaan yang harus diisi, yakni bidang kesehatan, pendidikan, perumahan, ketenagakerjaan, dan lain sebagainya.

    "Masyarakat harus benar dalam mengisi, karena data yang diinput akan berdampak pada kita semua," jelas Bambang.

    Bambang membeberkan ada tujuh tahapan dalam pelaksanaan sensus penduduk 2020 secara online. Namun, yang melibatkan langsung masyarakat ada dua tahap, yakni tahap pengumpulan data melalui sensus penduduk online yang pelaksanaannya mulai 15 Februari sampai 31 Maret 2020 dan tahap pengumpulan data dengan metode wawancara pada Juli 2020. 

    Dirinya juga meminta untuk warga Kota Bogor KTP, Kartu Keluarga dan surat nikah bagi yang sudah menikah atau surat cerai bagi yang sudah bercerai sebelum mengakses data sensus penduduk melalui online.

    "Setelah semua lengkap, warga yang memiliki akses internet dan fasilitas gawai agar memasukan data melalui melalui situs https://sensus.bps.go.id. Untuk pengisian secara online itu bisa dilakukan siapapun sebagai anggota keluarga disitu, bisa diwakilkan. Jadi bisa anggota keluarga yang lain untuk mengisikan," ungkap Bambang.

    Sejak pertama kali dibuka pada 15 Februari 2020 lalu, sudah ada warga Kota Bogor yang melakukan sensus online. Namun sampai saat ini masih di bawah 1 persen. BPS dibantu aparatur wilayah seperti camat, lurah, dan Muspika untuk terus mengajak warganya menyukseskan sensus penduduk 2020 secara online.

    "Jadi bagi warga Kota Bogor yang belum sensus online, nanti akan ada petugas yang datang ke rumah mendata," pungkas Bambang.





    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id