Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi Ditunda

    Antonio - 23 Maret 2020 20:27 WIB
    Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi Ditunda
    ilustrasi Medcom.id
    Bekasi: Pemerintah Kabupaten Bekasi menunda pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2020 ditunda. Penundaan akibat semakin merebaknya virus korona (covid-19) di Kabupaten Bekasi hingga waktu yang belum ditentukan.

    Rencananya pemilihan 16 kepala desa itu dilakukan 19 April 2020.  Pilkades diikuti 58 orang calon kepala desa. 

    Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, mengatakan pelaksanaan Pilkades menjadi salah satu celah penyebaran covid-19. Karena, menurutnya, akan ada pengerahan massa yang jumlahnya tidak sedikit.

    "Karena pelaksanaan Pilkades salah satunya pasti mengumpulkan massa, jelas itu sangat berbahaya. Orang yang hadir sebagai hak pilih bisa saja mereka terpapar virus korona, maka alangkah lebih baiknya kita tunda dulu," kata Eka di Bekasi, Senin, 23 Maret 2020.

    Baca: Wakil Wali Kota Bandung Positif Korona

    Eka menambahkan, pelaksanaan Pilkades akan dijadwalkan kembali setelah wabah virus covid- 19 mereda. "Tidak mungkin pelaksanaan Pilkades akan kita lakukan pada 19 April, karena kondisi saat ini yang memang tidak memungkinkan. Kita harus menunggu perkembangan virus covid-19 sampai Mei," ujarnya 

    Selain itu, Eka juga mengimbau kepada cakades agar tidak melakukan kampanye terbuka. "Dalam rangka melaksanakan tahapan-tahapan Pilkades dilarang untuk mengeluarkan massa, dan mudah-mudahan dalam pemilihan kepala desa serentak ini dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat," ucapnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan. Dia meminta agar para cakades tidak mengerahkan massa.

    Dia juga mengimbau kepada para cakades dan simpatisan untuk menjaga ketertiban. Selain itu, dirinya berharap tak ada pengerahan massa demi keamanan dan keselamatan masyarakat Kabupaten Bekasi.

    "Ini sesuai instruksi bupati, hal ini demi mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus korona, intinya kita berharap masyarakat sudah bisa mengerti jika kalau sudah diimbau, ya jangan dilakukan,” ucapnya.





    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id