Pahami Gejala dan Pengaruh Varian Covid-19 Delta di Kudus

    Cindy - 14 Juni 2021 15:45 WIB
    Pahami Gejala dan Pengaruh Varian Covid-19  Delta di Kudus
    Ilustrasi covid-19. Medcom.id



    Jakarta: Lonjakan kasus yang terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terjadi akibat varian baru covid-19 Delta dari India. Temuan varian baru B1617.2 itu merupakan yang pertama di Jawa Tengah. 

    Varian covid-19 Delta dilaporkan pertama kali muncul di India pada Oktober 2020. Akademisi dan praktisi klinis Fakultas Kedokteran Uiversitas Indonesia (FKUI) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ari Fahrial Syam, mengatakan varian baru ini harus diwaspadai karena penularannya lebih cepat ketimbang virus korona yang merebak sejak 2019. 

     



    "Barusan lihat di website Gisaid untuk update kasus mutasi ternyata dalam empat minggu terakhir terjadi peningkatan 51,4 persen dari varian Delta dari India di Indonesia," kata Ari dalam keterangan tertulis, Senin, 14 Juni 2021. 

    Baca juga: Temuan Varian Covid-19 India di Kudus yang Pertama di Jateng

    Kemampuan infeksi virus Delta lebih mudah dan cepat apabila berada dalam satu ruangan yang sama. Varian Delta ternyata 60 persen lebih mudah menular. Waktu pengandaannya berkisar antara 4,5 sampai 11,5 hari.

    "Jika kita berada dalam satu ruangan dengan orang tersebut dan orang tersebut bersin atau berbicara, maka virus akan lebih cepat berpindah ke orang lain. Jadi, tetap ketat menjaga protokol kesehatan," ujar Ari. 

    Dia mengungkapkan gejala pasien dengan varian B1617.2 ini lebih berat dari virus sebelumnya. Virus Delta meningkatkan potensi rawat inap pasien dan meningkatkan risiko kematian. 

    Sejumlah gejala yang dapat terjadi pada pasien, yakni mual, diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, gangguan pendengaran, pembekuan darah, dan gangren. Gangren adalah kematian jaringan tubuh karena kurangnya aliran darah atau infeksi bakteri yang serius. 

    Gangren biasanya menyerang jari-jari tangan dan kaki, bahkan dapat menyerang organ internal seperti kantong empedu. Umumnya, pasien covid-19 Delta lebih banyak mengeluhkan diare. 

    Baca juga: Varian Covid-19 India Ditemukan di Kudus

    Berdasarkan laporan Inggris pada 11 Juni 2021, varian B1617.2 juga berpengaruh menurunkan efektivitas vaksin. Pada mereka yang baru mendapat vaksin dosis pertama akan mengalami penurunan efektivitas perlindungan terhadap gejala sebesar 15-20 persen. 

    Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ganjar Pranowo meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin protokol kesehatan. Dia juga mengusulkan lima hari di rumah saja sehingga orang tua, lanjut usia (lansia), dan anak-anak tak keluar rumah. 

    Dia menekankan, pemeriksaan sampel genome pasien covid-19 akan diperbanyak untuk memastikan penyebaran virus varian baru tersebut. Yakni, dengan mengambil sampel dari beberapa kabupaten.

    "Saya sempat curiga dengan pergerakan tiga pekan sebelumnya yang hanya tiga kabupaten yang mengalami lonjakan kasus. Terus bertambah menjadi delapan kabupaten dan sekarang 11 kabupaten. Saya waktu itu yakin ini pasti varian baru," ujarnya.

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo menambahkan, pemeriksaan sampel genome pasien covid-19 dari beberapa kabupaten, sudah dikirim ke laboratorium di UGM, Balitbangkes, dan laboratorium pusat. Hasilnya, kata dia, baru bisa diketahui setelah dua pekan karena belum ada teknologi yang bisa mendeteksi secara cepat.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id