Polisi Panggil Saksi Tambahan Kematian 5 Orang Hirup Gas Beracun di Tangerang

    Hendrik Simorangkir - 12 Oktober 2021 23:15 WIB
    Polisi Panggil Saksi Tambahan Kematian 5 Orang Hirup Gas Beracun di Tangerang
    3 jenazah korban keracunan gas saat pengecekan jalur pipa Telkom di Cipondoh, Kota Tangerang



    Tangerang: Polres Metro Tangerang masih menunggu hasil pemeriksaan dari pusat laboratorium forensik (Puslabfor) Mabes Polri, terkait tewasnya lima orang diduga usai menghirup gas beracun di gorong-gorong instalasi optik di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang. Hasil pemeriksaan Puslabfor akan diungkap Jumat, 15 Oktober 2021.

    Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota Kompol Bonar, mengatakan bakal merilis hasil pemeriksaan sampel setelah 7-14 hari sejak pengambilan sampel gas dan air pada Jumat pekan lalu. 

     



    "Hasil pemeriksaan Puslabfor masih kita tunggu. Kurang lebih 7-14 hari hasil pemeriksaan dirilis setelah olah TKP (tempat kejadian perkara)," ujarnya, Selasa, 12 Oktober 2021.

    Bonar menuturkan, polisi kemungkinan bakal menambah saksi lagi untuk dimintai keterangan. Saat ini, lanjutnya, pihaknya telah memeriksa 10 orang dari PT Telkom Indonesia dan beberapa orang lainnya.

    "Ke depan mungkin kita panggil lagi saksi lainnya. Nanti kalau ada perkembangan saya kasih tahu," katanya. 

    Baca: 10 Orang dari Telkom Diperiksa Terkait Gorong-gorong Maut di Tangerang

    Sebelumnya, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima menuturkan dari kelima korban yang tewas, tiga diantaranya merupakan pekerja dari Telkom. Sementara, lanjutnya, dua korban lainnya adalah warga sekitar yang memberikan pertolongan.

    "Dua dari warga itu mau memberikan pertolongan kepada yang meninggal. Tapi mereka enggak tahu bahayanya, sehingga mereka masuk ke dalam dan akibatnya keduanya langsung terperosok. Keduanya juga jadi korban meninggal di dalam," jelasnya. 

    Deonijiu menambahkan pihaknya saat ini telah memeriksa enam orang yang dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.

    "Saksi kurang lebih ada enam orang untuk dimintai keterangan. Saat ini keterangan itu diambil untuk mengarah apakah adanya kelalaian pekerjaan dari pihak pemborong atau pihak lain akibat meninggal lima orang ini," ungkapnya.

    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id