Menteri LHK Sebut Pemulihan Lingkungan Masalah Serius

    Daviq Umar Al Faruq - 05 Desember 2019 16:04 WIB
    Menteri LHK Sebut Pemulihan Lingkungan Masalah Serius
    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar.
    Batu: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, mengatakan salah satu masalah di Indonesia yang cukup serius dan harus segera diselesaikan adalah masalah pemulihan lingkungan. Salah satunya adalah erosi.

    "Itu pasti ada sebabnya juga. Antara lain memang karena penebangan-penebangan pohon lalu juga bekas-bekas tambang. Jadi pemulihan ini menjadi satu prioritas nasional khususnya di bidang lingkungan hidup dan kehutanan," katanya di Kota Batu, Jawa Timur, Kamis 5 Desember 2019.

    Oleh karena itu, Siti Nurbaya mengapresiasi Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Tahun 2019 yang dilaksanakan di Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, hari ini, Kamis 5 Desember 2019.

    GNPDAS merupakan pengembangan atas agenda tahunan penanaman pohon pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan perspektif yang lebih luas yaitu pemulihan lahan kritis di hulu DAS. Peringatan GNPDAS tahun ini berlangsung pada 4 hingga 5 Desember 2019.

    Desa Oro-oro Ombo dipilih sebagai lokasi puncak peringatan karena memiliki kisah sukses dalam upaya pelestarian sumber daya alam. Wilayah ini merupakan bagian dari hulu DAS Brantas yang termasuk dalam 15 DAS Prioritas Nasional, serta berbatasan langsung dengan kawasan Hutan Lindung Panderman. 

    "Gerakan nasional pemulihan DAS itu dimaksudkan ke sana (pemulihan lingkungan). Tapi tentu saja kita tidak hanya bicara tentang pemulihan lingkungannya, tetapi kita harus cari pola-pola yang sekaligus dia bisa memberikan manfaat kepada masyarakat," bebernya.

    Siti Nurbaya menambahkan ada beberapa hal yang disiapkan oleh Kementerian LHK untuk pemulihan DAS yang rusak. Salah satunya adalah dengan penanaman pohon produktif yang memiliki manfaat bagi masyarakat. 

    "Kalau kita lihat dulu bibit-bibit yang diberikan pada masyarakat adalah bibit pohon-pohonan. Kalau sekarang sudah dikombinasi namanya MPTS, itu pohon-pohon yang bisa memberikan tujuan-tujuan penghasilan lain, misalnya pohon buah-buahan, ada cengkeh, nangka dan lain-lain, dan terakhir kita dorong dengan makademia," jelasnya.

    Politikus Partai NasDem ini menjelaskan, bila berbicara tentang DAS maka terdapat beberapa unsur. Mulai dari badan sungai, teras sungai, tepi sungai, wilayah bergelombang hingga tebing-tebing yang sangat tinggi di tepi gunung.

    "Itu namanya satu landscape DAS. Nah itu yang kita perbaiki. Di Jawa Timur, Malang tadi dengan sabers pungli. Kita melihat ada pola-pola yang bagus yang bisa dikembangkan dengan kegiatan-kegiatan yang dibuat di tepi sungai untuk memberikan manfaat," ungkapnya.

    "Tepi sungai kita perbaiki, kita tanami. Sambil kalau daerahnya bagus, viewnya bagus bisa menjadi ecowisata dan sekaligus bisa dikelola karang taruna. Kota Batu sudah mulai. Saya optimistis kita bisa lakukan pemulihan lingkungan itu dengan sistematis dan dengan baik," pungkasnya.
     

    (ALB)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id