Penipuan Rp1,35 Miliar Modus Calo Masuk Akpol Terbongkar

    Antara - 12 Agustus 2020 13:37 WIB
    Penipuan Rp1,35 Miliar Modus Calo Masuk Akpol Terbongkar
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
    Banjarmasin: Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan mengungkap tindak pidana penipuan senilai Rp1,35 miliar berkedok calo seleksi masuk Akademi Kepolisian (Akpol).

    "Ada dua tersangka kami tangkap di Jakarta yang telah menipu korban dengan janji meluluskan seleksi Taruna Akpol," terang Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Kombes Sugeng Riyadi, Rabu, 12 Agustus 2020.

    Kasus tersebut bermula saat korban Putu Sudhiwirawan yang berdinas di Polres Banjarbaru melapor ke Polda Kalsel pada 20 Juli 2020. Laporan langsung ditindaklanjuti penyelidikan oleh Subdit 3 Jatanras Dit Reskrimum Polda hingga dapat menangkap terlapor berinisial IR dan IL.

    Menurut Sugeng, tersangka IR menawarkan jika anak korban bisa lulus masuk Akpol tanpa tes. Anak korban sebelumnya mendaftar Akpol 2019 namun gugur usai tes akademik.

    "Namun oleh pelaku IR dijanjikan bisa lulus dengan bayaran Rp1 miliar karena pelaku punya kenalan di Mabes Polri yaitu tersangka IL," beber Sugeng.

    Baca juga: Kades di Bojonegoro Diduga Sunat Bansos Covid-19

    Kemudian uang Rp1 miliar pun diberikan oleh korban. Dalam perkembangannya, pelaku meminta tambahan uang operasional Rp200. Bahkan terakhir, pelaku meminta lagi Rp150 juta sehingga total kerugian korban Rp1,35 miliar.

    "Jadi korban dan anaknya yang mau masuk Akpol ini sempat beberapa kali berangkat ke Semarang karena kata pelaku sudah diterima tinggal masuk pendidikan. Bahkan dijanjikan pula pada pendaftaran 2020 bisa lulus. Namun semua hanya modus pelaku untuk meyakinkan korban," ungkap dia.

    Atas laporan itu, tersangka IR ditangkap di kawasan Blok M Jakarta Selatan. Sementara IL diciduk di daerah Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan oleh tim gabungan Subdit 3 Jatanras dan Subbid Paminal Bidang Propam Polda Kalsel.

    Setelah dikembangkan, rupanya pelaku IL sudah lebih dulu berstatus tersangka di Polda Banten dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang kasusnya memasuki tahap II di Kejaksaan Negeri Serang.

    Baca juga: Jenazah Staf KPU Yahukimo Diterbangkan ke Yogyakarta

    IL selaku Direktur PT Satria Lautan Biru terjerat kasus pinjaman modal kerja BUMD PT BGD pada Oktober 2015 senilai Rp5,9 miliar untuk proyek tambang di perairan Bayah bagian selatan Banten.

    "Jadi untuk tersangka IL kini ditahan di Polda Banten dalam perkara lain. Sedangkan IR kita bawa ke Polda Kalsel ditahan di sini. Keduanya dijerat Pasal 378 sub 372 jo 55,56 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," jelas Sugeng.

    Hasil investigasi sementara, tersangka IR mengaku sebagai anggota Polri pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) dan berdinas di Mabes Polri. Kemudian IR mengaku kepada korban yang merupakan teman semasa sekolah punya kenalan yaitu tersangka IL.

    Kepada korban, tersangka IR menyebut IL dekat dengan Karo Dalpers SSDM Brigjen Sudarsono yang punya dua slot untuk taruna Akpol. Bahkan tersangka IL pernah mengirimkan foto-fotonya bersama pejabat tinggi Polri termasuk Irwasum guna meyakinkan korban.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id