Daerah Sepekan Terakhir, Umrah Tertahan Korona hingga Teror Kelompok Kriminal Bersenjata

    Meilikhah - 01 Maret 2020 07:32 WIB
    Daerah Sepekan Terakhir, Umrah Tertahan Korona hingga Teror Kelompok Kriminal Bersenjata
    Ilustrasi jemaah umrah. (Foto: AFP)
    Jakarta: Sepanjang 24-29 Februari 2020, sejumlah wilayah di Indonesia ramai dengan berbagai peristiwa. Paling mencengangkan, ribuan calon jemaah umrah di seluruh Nusantara terpaksa merelakan mimpi mengunjungi rumah Allah lantaran sang tuan rumah, Arab Saudi, menutup pintu bagi warga non-'pribumi' untuk ziarah. Disisi lain, teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua kembali menelan korban jiwa.
     
    Berikut beragam peristiwa yang terekam Medcom.id, sepanjang akhir Februari 2020;

    1. Ribuan Calon Jemaah Umrah Terpaksa Pulang

    Kementerian Luar Negeri Arab Saudi (menutup pintu bagi jemaah umrah dari berbagai negara termasuk Indonesia, untuk ziarah. Penangguhan itu menyusul perkembangan penyebaran virus korona atau Covid-19.

    Dampak dari penghentian itu, ratusan bahkan ribuan jemaah yang hendak ke Tanah Suci harus gigit jari dan kembali ke kediaman masing-masing, sampai Arab Saudi mencabut moratorium tersebut. Selengkapnya, di sini.
     

    2. Teror Kelompok Bersenjata di Papua Kembali Memakan Korban

    Kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terjadi di Nduga, Papua, Kamis, 27 Februari 2020. Tiga orang terluka, termasuk satu anggota brimob.


    Disisi lain, kontak tembak justru membuat otoritas setempat yakni Wakil Bupati Nduga Wentius Namiangge menilai peristiwa itu terjadi lantaran pemerintah pusat tak kunjung menarik pasukan dari wilayahnya. Wentius bahkan mengancam akan melakukan suaka politik jika pasukan organik tak ditarik. Selengkapnya, di sini.
     

    3. Lagi-lagi Banjir

    Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia menyebabkan terjadinya banjir. Di Tangerang, Banten; Karawang dan Bekasi, Jawa Barat, ketinggian air banjir bahkan mencapai 1,5 hingga dua meter. Selengkapnya, di sini.
     
    Berbagai solusi, oleh pemerintah provinsi, dicoba untuk dilakukan. Misalnya, alokasi anggaran daerah untuk penanggulangan dan penanganan bencana, normalisasi sungai, hingga evaluasi terkait izin sejumlah pembangunan infrastruktur. Selengkapnya, di sini.
     

    4. Pegawai Batan Pembawa Zat Radioaktif

    Kasus temuan zat radioaktif cesium 137 di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, memasuki babak baru. Setelah menemukan dua titik baru paparan cesium 137, polisi mengidentifikasi salah satu pegawai Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menguasai beragam zat radioaktif berbahaya secara ilegal.
    Selengkapnya, di sini.
     

    5. Pemilik PO Sriwijaya Tersangka

    Penyelidikan kasus kecelakaan bus maut di Liku Pematang, Desa Prahu Dipo, Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan, 23 Desember 2019, menemukan fakta baru. Rizaldi, 53, pemilik Perusahaan Otobus (PO) bus Sriwijaya diduga sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kecelakaan yang menewaskan 35 penumpang tersebut. Selengkapnya, di sini.
     

    6. Ragam Pilkada

    Gelaran pemilihan kepala daerah mulai menggeliat sejak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menutup batas akhir pendaftaran calon, pada Minggu, 23 Februari 2020. Di Boyolali, Jawa Timur, misalnya, bakal pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Boyolali, Muhammad Said Hidayat-Wahyu Irawan berpotensi melawan kotak kosong lantaran tak ada pasangan dari jalur independen yang lolos verifikasi. Selengkapnya, di sini.

     
    Lain Boyolali, lain pula di Kabupaten Waropen, Papua. Di wilayah timur Indonesia itu KPU setempat terpaksa menunda pelaksanaan tahapan pilkada serentak lantaran kekurangan anggaran. Ketua KPU Waropen Alexander Wopari mengatakan anggaran sebesar Rp11 miliar tak kunjung cair, padahal pihaknya telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dengan pemerintah kabupaten. Selengkapnya, di sini.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id