Perdagangan Ilegal Ribuan Burung di Lintas Sumatra Digagalkan

    Ferdian Ananda - 20 Juli 2020 05:55 WIB
    Perdagangan Ilegal Ribuan Burung di Lintas Sumatra Digagalkan
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Tim Operasi Penertiban Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Seksi Wilayah II Pekanbaru, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah Sumatra menggagalkan upaya perdagangan sebanyak 1.752 ekor satwa liar jenis burung. Seluruh satwa burung itu dikemas dalam 64 keranjang dan 1 sangkar.

    Operasi ini dilakukan di dua lokasi terpisah, yakni di Jalan Lintas Timur Sumatra kilometer (km) 57 dan km 55, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Tim menahan pelaku, TDR, beserta satu mobil Toyota Innova berwarna hitam.

    “Saat ini kami sedang memeriksa TDR secara intensif. Kami juga memeriksa SR yang mengaku sebagai pemilik burung. SR mengaku memiliki izin sebagai pengedar satwa burung. Namun setelah kami koordinasikan dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, izin tidak sesuai," kata Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatra, Eduward Hutapea dalam keterangan tertulis, Senin, 20 Juli 2020.

    Barang bukti berupa 1.752 ekor burung dalam 64 keranjang dan 1 sangkar, 1 Toyota Innova warna hitam (bernomor polisi D1294ADM) telah disita. TDR juga sudah ditahan di Kantor Seksi Wilayah II Pekanbaru, Balai Gakkum KLHK Sumatra.

    Eduward menerangkan operasi ini dilaksanakan berawal dari informasi masyarakat tentang adanya dugaan pengiriman satwa jenis dilindungi. Tim Gakkum KLHK Sumatra segera menuju lokasi pertama di Jalan Lintas Timur Sumatera Km 57, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

    "Sekitar pukul 21.10 WIB Tim menghentikan dan memeriksa mobil Toyota Kijang Innova warna hitam yang dikendarai oleh TDR dan menemukan 53 keranjang berisi burung," sebutnya.

    Kemudian, tim bergerak menuju lokasi kedua di Jalan Lintas Timur Sumatera Km 55 Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Sekitar pukul 22.05 WIB, tim menghentikan lalu memeriksa bus Rhema Abadi, dan menemukan 11 keranjang dan 1 sangkar berisi burung.

    Dari hasil identifikasi oleh BBKSDA Riau, burung yang ditemukan pada mobil Toyota Innova seluruhnya dari jenis tidak dilindungi. Pada bus Rhema Abadi ditemukan 17 ekor jenis dilindungi dari spesies Cuca Hijau. Namun, pemiliknya tidak ditemukan lantaran keranjang-keranjang tersebut merupakan paket kiriman dari seseorang menuju Lampung.

    "Penindakan ini menunjukkan bahwa walaupun di tengah pandemi covid-19, petugas KLHK terus bekerja untuk menjaga kekayaan hayati Indonesia dari pelaku kejahatan," terang Eduward.

    Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK, Sustyo Iriono, menyampaikan tim KLHK baik dari Gakkum maupun dari KSDAE terus melakukan langkah-langkah untuk menghentikan kejahatan yang mengancam kekekayaan hayati Indonesia.

    "Kekayaan hayati yang kita miliki ini harus kita jaga, karena satwa-satwa ini penting untuk menjaga fungsi ekosistem kita. Kami ingatkan kepada pelaku kejahatan terhadap satwa, kami akan tindak tegas," tegas dia.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id