Cegah Stunting, Ma'ruf Melarang Pernikahan Dini

    Antara - 20 Februari 2020 15:08 WIB
    Cegah Stunting, Ma'ruf Melarang Pernikahan Dini
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: MI/Agus Mulyawan
    Lombok Tengah: Wakil Presiden Ma’ruf Amin melarang adanya pernikahan dini. Ma'ruf menerangkan pernikahan dini merupakan salah satu penyebab terjadinya kekerdilan pada anak atau stunting. 

    "Pernikahan itu harus siap segala-galanya, termasuk siap menjaga anak supaya tidak stunting. Pernikahan dini juga kalau dari segi undang-undang tidak boleh," kata Ma'ruf saat berdialog dengan para da’i kesehatan di Bazaar Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 20 Februari 2020, melansir Antara. 

    Ma'ruf menekankan dari undang-undang dan agama, pernikahan dilakukan setelah calon pengantin siap secara fisik dan finansial untuk berumah tangga. Batas usia pernikahan, menurut Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Perkawinan adalah 19 tahun baik bagi laki-laki maupun perempuan.

    Khusus bagi perempuan, calon ibu harus memiliki pengetahuan penting dalam upaya pemenuhan gizi selama kehamilan dan pemeliharaan anak.

    "Sekarang ini juga dipentingkan bukan hanya sejak hamil, sebelum hamil itu harus sudah paham dulu. Makanya ada izin sebelum nikah, pranikah itu harus tahu bagaimana caranya menjaga kehamilan, menjaga anak sampai seterusnya supaya anak sehat," jelasnya.

    Wapres berharap Pemerintah Provinsi NTB bersama para dai dan kesehatan gencar menyosialisasikan pentingnya persiapan pranikah. Pemprov NTB dan dai diminta memberikan pemahaman terkait dampak dari pernikahan dini.

    "Kemudian juga harus dijelaskan dari sisi bahaya bahwa kawin dini menimbulkan bahaya, karena tidak bisa mengurus. Dari segi agama kan sudah dibilang, kalau menikah itu harus sudah mampu, mampu itu siap fisik, siap untuk jadi ibu," katanya.

    Sementara itu, angka stunting di NTB mencapai di 33 persen, masih di atas angka rata-rata nasional sebesar 27,67 persen. Terhadap target Pemerintah untuk menurunkan angka stunting hingga mencapai 14 persen di akhir 2024, Wapres Ma’ruf meminta Pemprov melakukan langkah antisipasi dan intervensi.

    "Yang saya dengar paparannya itu mereka mau melakukan antisipasi dan intervensi untuk mencegah berkembangnya stunting. Oleh karena itu, saya optimistis bahwa di NTB stunting harus tercapai sampai 14 persen di 2024," tandasnya. 



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id