comscore

Teknologi Keamanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dilengkapi Penangkal Petir Hingga Proteksi Gempa

Roni Kurniawan - 15 Juni 2022 12:55 WIB
Teknologi Keamanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dilengkapi Penangkal Petir Hingga Proteksi Gempa
Pemasangan sistem keamanan dijalur kereta cepat Jakarta - Bandung.
Bandung: PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) saat ini tengah memasang sistem keamanan untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menjelang ujicoba aktivasi pada akhir 2022 mendatang.  Sistem keamanan mulai dipasang disepanjang jalur dari Jakarta hingga Bandung secara bertahap.

Salah satu perangkat yaitu pemasangan Lightning Protection System (LPS) berupa Lightning Wire. LPS ini dipasang untuk melindungi kelistrikan KCJB yang disuplai melalui listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS). Pemasangan sudah mulai dilakukan secara bertahap sejak awal Juni 2022. 
“Indonesia termasuk negara dengan intensitas petir yang tinggi, untuk itu demi menopang keamanan operasional KCJB yang mendapat suplai listrik lewat OCS, kami memasang Lighting Wire untuk melindungi kelistrikan KCJB dari sambaran petir. Untuk tahap pertama, kontraktor CREC sudah melakukan pemasangan Lightning Wire sepanjang 1.176 meter,” kata GM Corporate Secretary PT KCIC, Rahadian Ratry, di Bandung, Rabu, 15 Juni 2022.

Diakui Rahadian, Lightning Wire ini melengkapi LPS lain yang sudah disiapkan di sepanjang trase KCJB. Ada pun LPS yang dimaksud Rahadian terbagi ke dalam dua jenis, yaitu eksternal LPS dan internal LPS. 

Baca: Perangkat Sistem Kontrol Kereta Cepat Jakarta-Bandung Telah Tiba

Metode yang diterapkan pada eksternal LPS adalah dengan pemasangan air terminal yang berfungsi untuk menangkap petir dan down conductor grounding system yang mampu mengalirkan arus listrik dari sambaran petir dari atas konstruksi ke tanah dengan baik. 

Sedangkan untuk internal LPS, ia menyebut kalau konstruksi KCJB sudah dilengkapi shielding untuk kebutuhan induksi listrik, arrester untuk konduksi, dan bonding untuk elevasi tegangan. 

“Sambaran petir berpotensi jadi masalah serius untuk seluruh moda transportasi, termasuk KCJB. Namun di KCJB, proteksi terhadap ancaman petir kami terapkan secara berlapis dengan teknologi yang canggih,” bebernya.

Tak hanya berfokus pada sistem proteksi petir, KCJB juga punya berbagai sistem proteksi bahaya lainnya, mulai dari potensi ancaman angin kencang, hujan deras, gempa bumi, kebakaran sampai objek asing. 

“Kami siapkan berbagai instrumen keamanan terbaik. Ada Dispatching Monitoring Center, sensor pendeteksi ancaman di sepanjang trase KCJB, dan Disaster Monitoring Terminal di Tegalluar sebagai pusat pengelolaan data kebencanaan, hingga CCTV di sepanjang lintasan. Semua itu juga akan ditopang teknologi komunikasi GSM-R,” jelas Rahadian. 

Terkait ancaman gempa, Rahadian mengatakan di sepanjang trase KCJB, akan terpasang 7 sensor yang masing masing memiliki kemampuan cakupan area hingga 25 kilometer. KCJB juga bekerjasama dengan BMKG untuk perlindungan dari ancaman gempa.

Dengan kerjasama ini, Disaster Monitoring Center KCJB bisa mendapatkan data terkait ancaman gempa lebih awal dikarenakan BMKG sudah memiliki banyak alat sensorik yang terpasang di dekat episentrum gempa. 

“Indonesia merupakan negara cincin api di mana memiliki ancaman gempa yang tinggi. Maka dari itu sebagai bentuk keamanan, kami sudah siapkan banyak sistem proteksi untuk melindungi penumpang, termasuk menjalin kerjasama dengan BMKG,” kata Rahadian. 

Lalu ada juga 17 unit alat sensor untuk perlindungan KCJB dari ancaman angin kencang. Alat sensor ini memiliki kemampuan untuk mengukur arah dan kecepatan angin, lalu mengirim data terkait hembusan angin ke Disaster Monitoring Center secara akurat dan real-time.

Begitu pun proteksi dari ancaman hujan. Di sepanjang trase KCJB, akan terpasang 8 sensor yang masing-masing berjarak sekitar 20 kilometer. 

Mengingat, setiap lintasan kereta memiliki ancaman dari benda asing, Rahadian mengungkapkan akan dipasang 6 alat sensorik di setiap overpass yang dilewati KCJB. Sistem perlindungan objek asing ini juga akan dilengkapi jaring untuk menghindari adanya benda yang jatuh ke lintasan KCJB dari atas jembatan. 

Selain memiliki sistem keamanan yang mampu mencegah bahaya, KCJB juga tetap dilengkapi berbagai persiapan penanganan jika terjadi ancaman yang membahayakan operasional. Mulai dari suplia listrik cadangan jika terjadi ancaman yang mengakibatkan suplai listrik ke EMU KCJB terhenti, hingga strategi evakuasi. 

“Keamanan dan keselamatan menjadi perhatian utama KCIC untuk proyek KCJB. Sistem keamanan dan kontrol yang menunjang operasional mulai kami pasang secara bertahap dengan harapan semuanya bisa selesai sesuai dengan target yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id