Propam Diminta Proses Dugaan Pemerasan Tukang Jamu di Cilacap

    Lukman Diah Sari - 09 Oktober 2020 09:42 WIB
    Propam Diminta Proses Dugaan Pemerasan Tukang Jamu di Cilacap
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti berharap, kasus dugaan pemerasan terhadap tukang jamu yang melibatkan anggota kepolisian di Cilacap, Jawa Tengah, ditindak. Lantaran diduga masuk ke ranah pidana.

    "Itu tindak pidana, oleh karena itu jika benar oknum tersebut melakukan pemerasan, maka yang bersangkutan harus diproses pidana," ujar Poengky, Jumat, 9 Oktober 2020.

    Poengky menilai, sudah menjadi tugas dan kewajiban Propam Polri segera melakukan pemeriksaan. Dia berharap, proses pemeriksaan dilakukan profesional dan transparan. 

    "Saya sangat prihatin ada oknum AKBP yang diduga melakukan pemerasan terhadap para penjual jamu hingga mencapai 7 miliar rupiah," ungkapnya.

    Baca: Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel Tak Terbukti Memeras

    Sebelumnya sejumlah perajin jamu di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menggelar aksi di lapangan Desa Gentansari. Mereka berunjuk rasa terkait dugaan pemerasan seorang oknum polisi.

    Seorang perajin jamu, Mulyono, mengaku diperas petugas polisi dengan nilai yang berbeda-beda. Mulai dari ratusan hingga miliaran rupiah. Dia menjelaskan, pemerasan itu dilakukan dengan proses penahanan. 

    “Tuduhannya melakukan produksi yang melanggar aturan undang-undang. Korbannya sangat banyak sekali, tidak terhitung. Per orang ada yang Rp350 juta, Rp500 juta, Rp1,7 miliar, Rp2,5 miliar dan ada yang Rp 3,5 miliar,” ulas Mulyono.

    (LDS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id