Sukses Atasi Karhutla, Herman Deru Diapresiasi Badan Restorasi Gambut

    Gonti Hadi Wibowo - 30 November 2020 20:35 WIB
    Sukses Atasi Karhutla, Herman Deru Diapresiasi Badan Restorasi Gambut
    Gubernur Sumsel Herman Deru. Foto: Dokumentasi



    Palembang: Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, Nazier Fuad memuji Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru yang sukses dalam penanganan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel Tahun 2020.

    Diketahui sepanjang tahun 2020 ini di Sumsel tidak terjadi Karhutla yang berujung pada bencana kabut asap.






    "Keberhasilan ini murni karena konsistensi dan peran besar dari satuan tugas yang dikomandoi Gubernur Sumsel Herman Deru dalam penanganan dan pencegahan Karhutla," kata Nazier saat Penutupan Posko Penananganan dan Pencegahan Karhutla 2020 di Griya Agung Palembang, Senin, 30 November 2020.

    Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengapresiasi peran semua pihak baik yang masuk dalam struktur satgas maupun yang tidak masuk sehingga pencegahan Karhutla di Sumsel ini berhasil. Apalagi Angka Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) tetap diangka normal sepanjang tahun 2020.

    Baca: Herman Deru Dorong Semua Guru Honorer di Sumsel Diangkat PPPK

    Menurutnya, penanganan dan pencegahan Karhutla bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Selain memantau titik api yang berpotensi Karhutla, tim satgas juga harus menerapkan protokol kesehatan covid-19.

    "Pencegahan Karhutla ini tidak mudah dan protokol kesehatan juga tidak boleh dilanggar. Namun berkat kerjasama yang baik pencegahan ini berjalan lancar," tuturnya.

    "Masyarakat juga berperan sehingga Karhutla ini tidak terjadi. Kesadaran masyarakat akan dampak buruk karhutla ini sudah meningkat. Ini juga karena bimbingan BRG yang membimbing kita dan BNPB yang telah mengeluarkan pendaaan yang tidak sedikit dalam upaya penanganan ini," ungkapnya.

    Meskipun demikian, Herman Deru mengakui tetap ada kendala yang dihadapi. Dimana kebakaran lahan dalam skala kecil tetap muncul namun hal itu dapat diatasi karena pencegahan terhadap Karhutla di Sumsel ini memang dilakukan sejak dini.

    "Kendala yang tidak mudah bagi kita adalah di satu sisi kita memerangi asap, namun di sisi lain ada aturan kearifan lokal yang tidak melarang membakar tidak lebih dari 2 hektar. Itu yang kerap disalah artikan. Aturan itu hanya untuk perorangan bukan korporasi," ujarnya.

    Saat ini, baik korporasi maupun masyarakat sudah mulai sadar. Edukasi terkait hal itu terus dilakukan secara masif.

    "Saat ini tersangka pembakaran lahan semakin minim. Artinya, semakin minim tersangka itu semakin membuktikan edukasi yang diberikan berjalan baik. Tapi kesabaran masyarakat saja yang masih perlu dilatih. Sebab, karena tidak sabar membuka lahan membuat masyarakat itu membakarnya," jelasnya.

    Pihaknya meminta kepada satgas untuk konsisten melakukan penanganan dan pencegahan Karhutla pada tahun 2021 mendatang. 

    Herman Deru juga berencana akan mengembangkan potensi kerbau rawa guna menjaga produktifitas rawa yang ada di Sumsel.

    "Kita akan gelar rembuk untuk mempertahankan kearifan lokal kerbau rawa tersebut. Kita harus memanfaatkan ini untuk menjaga alam kita," katanya.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id