BNPB: Masa Tanggap Darurat Longsor Bolaang Mongondow 14 Hari

    Al Abrar - 04 Maret 2019 13:02 WIB
    BNPB: Masa Tanggap Darurat Longsor Bolaang Mongondow 14 Hari
    Foto: BNPB
    Jakarta: Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari terkait evakuasi korban longsor tambang emas ilegal di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Masa tanggap darurat sejak 26 Februari hingga 11 Maret. 

    "Evakuasi sulit dilakukan karena kondisi lubang galian yang sempit yang membahayakan petugas SAR untuk evakuasi, juga kondisi medan yang berada pada lereng yang terjal," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers, Senin, 4 Maret 1984.

    Evakuasi juga disulitkan karena kondisi tanah labil dan banyaknya lubang. Para korban diperkirakan sudah meninggal di dalam reruntuhan longsor karena sulitnya evakuasi. Oleh karena itu, tim SAR menggunakan alat berat untuk evakuasi. Alat berat digunakan untuk membuat jalan baru menuju titik longsor sehingga memudahkan proses evakuasi.

    Hingga Senin 4 Maret pagi pukul 07.00 Wita, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 28 orang, 9 orang meninggal dunia dan 19 orang selamat dalam kondisi luka ringan dan berat.

    "Tidak ada data yang pasti berapa jumlah korbang yang tertimbun longsor," imbuhnya.

    Baca: Tanda Korban Longsor Tambang Bolmong Belum Ditemukan

    Berdasarkan laporan penambang yang selamat dan masyarakat sekitar, kata Sutopo, jumlah penambang yang saat berkerja di dalam lubang saat penambangan bervariasi.

    "Ada yang mengatakan 30 orang, 50 orang, 60 orang, bahkan 100 orang karena saat itu banyak yang sedang menambang di lubang besar, sedang di lubang-lubang kecil tidak diketahui," kata Sutopo.

    Laporan pun hanya terbatas anggota keluarga yang hilang banyak penambang yang berasal dari luar.

    Kemarin, tim SAR gabungan telah berhasil membuka lubang yang tertutup material longsor dengan menggunakan alat berat namun belum bisa mengevakuasi korban yang masih tertimbun material.

    Diharapkan pada hari ini evakuasi korban dapat dilakukan. Tim SAR gabungan dari TRC BPBD Kabupaten Bolmong, Basarnas, SAR Kotamobagu, TNI, Polres Kotamobagu, Polsek Lolayan, DVI Polda Sulut, Koramil Lolayan, Marinir, PMI, Tagana, Satpol PP, SKPD, Rescue JRBM, relawan dan masyarakat setempat terus melakukan evakuasi.

    "Evakuasi dengan alat berat dilakukan hati-hati agar tidak terjadi longsor susulan. Basarnas mengkoordinir tim SAR gabungan untuk evakuasi korban," tukasnya.


    (ALB)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id