Kisah Orang Tua Carmi saat Pertama Kali Melihat Putrinya

    Ahmad Rofahan - 30 Agustus 2019 17:37 WIB
    Kisah Orang Tua Carmi saat Pertama Kali Melihat Putrinya
    Ilyas saat pertama kali berkomunikasi dengan Carmi melalui Panggilan Video. Sedangkan Warniah menangis haru dan bahagia putrinya ditemukan.
    Cirebon: Ilyas, 85 masih ingat benar, saat Ismail tetangganya, tiba-tiba datang memberi kabar bahagia mengenai putrinya, Carmi. Menurut Ilyas, saat itu ia baru saja pulang dari salat Isya berjemaah di musala.

    "Ismail datang, sekitar jam 20.00 WIB," ujar Ilyas Jumat, 30 Agustus 2019.

    Ismail yang merupakan salah satu jurnalis di Cirebon, rumahnya tidak begitu jauh dengan Ilyas. Melalui Ismail pula, Ilyas kerap mendapatkan informasi perkembangan tentang putrinya itu.

    "Karena Ismail bisa komunikasi langsung dengan Pak Sa'dun (Atase Ketenagakerjaan KBRI Riyadh)," kata Ilyas.

    Ilyas mengaku tidak bisa menahan tangisnya, saat Ismail memberikan kabar yang ia terima dari Riyadh, bahwa putrinya telah ditemukan. Walau belum bisa melihat langsung Carmi karena masih dalam perjalanan menuju KBRI, tapi Ilyas tidak bisa menahan air matanya.

    "Saya nangis, alhamdulillah anak saya ketemu," ujar Ilyas.

    Ilyas dan keluarganya, baru bisa berkomunikasi melalui panggilan video dengan Carmi, pada Jumat dini hari. Panggilan video tersebut juga, difasilitasi oleh KBRI Riyadh melalui ponsel milik Ismail.

    "Jam 00.30 WIB Ismail datang lagi ke sini. Terus telepon ke Pak Sa'dun," kata Ilyas.

    Hal serupa juga disampaikan Warniah. Ibu kandung dari Carmi ini, mendadak tidak merasakan sakit yang saat itu sedang dialaminya. Menurut Warniah, tiba-tiba saja badannya merasa sehat.

    "Pas ada kabar anak saya ketemu, saya langsung sehat," ujar Warniah.

    Tangis Warniah lebih menjadi, saat ia bisa melihat secara langsung putri sulungnya itu lewat panggilan video, yang dilakukan oleh pihak KBRI. Warniah tak kuasa menahan rasa haru dan bahagianya, saat Carmi sudah dipastikan ditemukan oleh pihak KBRI.

    "Saya nangis, anak saya bisa ketemu," kata Warniah.

    Walaupun sudah tidak bertemu selama 31 tahun, Warniah masih mengenali anak kandungnya itu. Lebih yakin lagi, saat tanda lahir dikaki Carmi, juga benar ada.

    Warniah dan Ilyas, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, yang sudah membantu menemukan putri pertamanya itu di Arab Saudi.

    "Saya ucapkan terima kasih kepada semua, terutama bapak-bapak yang di KBRI. Karena sudah menemukan anak saya," kata Ilyas.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id