Pergerakan Tanah, Ratusan Warga Cianjur Diungsikan

    Benny Bastiandi - 09 Januari 2020 15:25 WIB
    Pergerakan Tanah, Ratusan Warga Cianjur Diungsikan
    Ilustrasi - Medcom.id.
    Cianjur: Ratusan warga Kampung Cibadak RT 02/08, Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, harus diungsikan sementara menyusul terjadinya pergerakan tanah sejak Minggu, 5 Januari 2020. Warga harus diungsikan karena pergerakan tanah berpotensi longsor, karena curah hujan masih tinggi. 

    "Kalau melihat kondisi hujan saat ini, kami sudah imbau agar warga sementara waktu mengosongkan dulu rumah mereka yang berada di sekitar lokasi," kata Camat Sukaresmi, Firman Edi, kepada Media Indonesia, Kamis, 9 Januari 2020. 

    Dia menerangkan sebanyak 40 kepala keluarga atau sekitar 100-an jiwa diungsikan sebagai bentuk antisipasi awal. Warga sudah diimbau untuk mengosongkan tempat tinggal. 

    Puluhan bangunan penduduk yang terancam longsor berada di lokasi pergerakan tanah. Dia mengungkap wilayah yang terdampak pergerakan tanah yakni lahan sawah seluas 35-50 meter persegi dengan lebar rekahan tanah mencapai 25-30 meter.

    "Kami juga sudah membuat posko. Alhamdulillah, sejak pertama terjadi pergerakan tanah, tidak ada bangunan rumah warga yang terdampak. Tapi tentu kita harus selalu mengantisipasi karena lokasi pergerakan tanah berada di atas permukiman warga," jelasnya.

    Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan, menambahkan BPBD sudah meminta bantuan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengkaji pergerakan tanah di Desa Sukamahi. Sambil menunggu hasil kajian, kata Irfan, BPBD sudah meminta pihak kecamatan dan desa menyiagakan masyarakat selalu waspada.

    "Kami berharap mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal tak diinginkan," kata Irfan.

    Tim BPBD sudah berkoordinasi dengan aparatur pemerintahan desa dan kecamatan setempat. Selain koordinasi menangani rekahan, dilakukan juga pemetaan wilayah. 

    "Kami sudah imbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi yang bisa ditimbulkan akibat pergerakan tanah tersebut. Jika memungkinkan lakukan siskamling atau ronda malam," jelasnya.

    Dia menerangkan pergerakan tanah diduga dipicu curah tinggi cukup tinggi. Apalagi sebelumnya, wilayah Cianjur dilanda kekeringan panjang. Kondisi tersebut mengakibatkan retakan tanah saat diguyur hujan.

    "Di bawah lokasi retakan tanah terdapat permukiman penduduk yang dinyatakan berada pada zona berbahaya. Hingga saat ini tim dari BPBD atau Retana, Bhabinkamtibmas, dan aparatur desa serta kecamatan, masih stand by di lokasi. Berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan," tandasnya.




    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id