KPU Beri Bantuan ke Keluarga KPPS di DIY yang Meninggal

    Ahmad Mustaqim - 20 Juli 2019 17:48 WIB
    KPU Beri Bantuan ke Keluarga KPPS di DIY yang Meninggal
    Sejumlah ahli waris anggota KPPS di DIY yang meninggal usai pemberian santunan secara simbolis. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
    Yogyakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyalurkan santunan kepada anggota keluarga atau ahli waris anggota KPPS yang meninggal selama proses Pilpres dan Pileg 2019. Total 15 anggota KPPS di Daerah Istimewa Yogyakarta meninggal.

    Ketua KPU Arief Budiman menyebut baru 10 ahli waris KPPS di DIY yang diberikan santunan, karena yang lain masih menunggu proses verifikasi.

    "Beberapa waktu lalu sudah diberikan ke tiga orang (ahli waris), sekarang sudah diberikan tujuh orang. Secara simbolis saya sampaikan. Ada lima lagi untuk DIY itu masih dalam tahap klarifikasi dan verifikasi," kata Arief di KPU DIY Jalan Ipda Tut Harsono Yogyakarta, pada Sabtu, 20 Juli 2019.

    Sebelum memberikan santunan, ahli waris harus memastikan penyelenggara pemilu meninggal dunia dalam masa yang ditentukan KPU. Berkas yang sudah ditentukan KPU harus dilengkapi ahli waris untuk disampaikan ke pemerintah.

    "Negara yang memproses pencairan. KPU sebenarnya hanya menyalurkan saja. Anggarannya kita mintakan ke negara," kata dia.

    Besaran santunan bagi yang meninggal yakni Rp36 juta. Sementara, nilai santunan bagi yang mengalami sakit atau cacat bervariasi. Besaran ditentukan KPU sesuai kebutuhan pengobatan.

    Baca: Petugas KPPS DIY Belum Mendapat Santunan

    Santunan diberikan sebagai bagian tanggung jawab dan empati negara kepada penyelenggara pemilu. Nominal uang ini tak bisa menggantikan penyelenggara yang meninggal dunia.

    "Ini untuk membantu ahli waris, kemudian mungkin ada anak-anaknya, sebagai bantuan finansial bagi mereka yang ditinggalkan," ujar Arief.

    Ia belum tahu pasti total jumlah ahli waris KPPS meninggal yang diberikan santunan. Dari catatan KPU, ada 560 anggota KPPS yang meninggal. "Yang sudah diverifikasi dan memenuhi syarat langsung kita berikan. Yang masih proses kita tunggu proses verifikasi selesai. 160an sudah diberikan santunannya," kata dia.

    Ahli waris mengapresiasi

    Mia Amelia, merupakan salah satu ahli waris anggota KPPS yang meninggal bernama Yustinus Tarmiyo. Tarmiyo bertugas sebagai Linmas di TPS 37 Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta.

    Mia mengatakan ayahnya meninggal pada usia 61 tahun. Ayahnya sempat masuk ke rumah sakit Ludiro Husodo beberapa saat usai pemilu. Dokter di rumah sakit itu menyatakan Tarmiyo mengalami mengalami penurunan kinerja pada usus dan tak mampu menangani.

    "Bapak juga nafsu makannya turun, sering muntah, badannya panas. Setelah sempat dirawat di PKU (Muhammadiyah) lalu meninggal," kata dia.

    Ia mengakui santunan yang diberikan negara tak sebanding dengan meninggalnya anggota keluarga. Namun, ia mengapresiasi kepedulian negara kepada penyelenggara pemilu.

    "Kami berterima kasih ke KPU atas kepedulian kepada penyelenggara pemilu. Tak sebanding memang, tapi keluarga mengapresiasi santunan itu," ujar perempuan 28 tahun ini.




     



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id