Kalsel Usulkan 600 Bahasa Daerah jadi Bahasa Nasional

    Antara - 24 Juni 2019 20:01 WIB
    Kalsel Usulkan 600  Bahasa Daerah jadi Bahasa Nasional
    Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
    Banjarmasin: Sekitar 600 bahasa daerah dari berbagai ras di Kalimantan Selatan diusulkan untuk menjadi bahasa nasional Republik Indonesia pada 2019. Balai Bahasa Kalimantan Selatan terus mengusulkan bahasa provinsi di Kalimatan bagian selatan ke untuk ditetapkan sebagai bahasa nasional.

    "Tahun ini saja terkumpul sekitar 600 bahasa daerah sudah diusulkan untuk bisa menjadi bahasa nasional," ujar Peneliti Muda Balai Bahasa Kalsel Musdalipah di Banjarmasim, Senin 24 Juni 2019.

    Bahasa-bahasa daerah tersebut akan menjadi kajian Balai Bahasa Nasional untuk disetujui jadi bahasa nasional.

    Di Kalimantan Selatan, sebut Musdalipah, ada banyak ragam bahasa daerah di antaranya bahasa Banjar, Dayak dan Bakumpai. Sudah 100 lebih bahasa Kalimantan Selatan menjadi bahasa nasional sejak tahun 2005.

    "Bahkan "mandai" yakni makanan dari kulit cempedak yang difermentasi sudah masuk dalam bahasa Indonesia," terangnya.

    Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalsel Imam Budi Utomo menyebut semua masyarakat bisa menyampaikan bahasa daerah untuk diusulkan menjadi bahasa nasional. Namun, ada syarat untuk bahasa daerah tersebut bisa diterima. Di antaranya mudah diucapkan, ditulis, dan enak didengarkan.

    "Mungkin ada bahasa daerah kita yang maknanya malah negatif di daerah lain," tuturnya. Pengkajian dalam perlu dilakukan untuk makna agar bahas bisa dijabarkan dan dipahami semuanya.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id