Jurus Khofifah Tekan Pengangguran di Jatim

    Amaluddin - 30 Desember 2019 16:03 WIB
    Jurus Khofifah Tekan Pengangguran di Jatim
    Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menggelar Refleksi Akhir Tahun 2019 dan Proyeksi 2020. (Medcom.id/Amal)
    Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa punya jurus jitu untuk menekan angka pengangguran di Jatim. Salah satunya dengan program Double Track untuk SMA/MA.

    "Kami menyiapkan anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp190 triliun tahun 2020, dengan bunga rendah 6 persen. Ini bisa dimanfaatkan para siswa peserta SMA Double Track untuk modal," kata Khofifah, di Surabaya, Senin, 30 Desember 2019.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, jumlah angkatan kerja di Jatim pada Agustus 2019 sebanyak 21,50 juta orang, meningkat sekitar 199 ribu orang dibanding Agustus 2018. Dari jumlah angkatan kerja tersebut, 20,66 juta orang bekerja sedangkan 0,84 juta atau sekitar 800 ribu orang menganggur.

    Uniknya, lulusan yang paling banyak terserap lapangan kerja dari sekolah dasar (SD) ke bawah, mencapai 9,25 juta orang atau 44,79 persen. Kemudian SMP sebanyak 3,78 juta orang atau 18,31 persen, SMA sebanyak 3,07 juta orang atau 14,84 persen, dan SMK sebanyak 2,38 juta orang atau 11,54 persen.

    Sedangkan penyerapan lapangan kerja dari kalangan berpendidikan tinggi (Diploma ke Atas) masih rendah, yakni sebanyak 2,17 juta orang atau 10,51 persen, mencakup 0,37 juta orang pekerja berpendidikan Diploma dan 1,80 juta pekerja berpendidikan universitas. "Dengan program Double Track SMA/MA, kami harap bisa menjadi alternatif, solusi menyiapkan lulusan SMA/MA dengan bekal keterampilan dan sertifikat untuk mencari kerja," kata Khofifah. 

    Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Hudiyono, menambahkan program Doble Track terdiri dari tujuh bidang keterampilan. Mulai multimedia, teknik elektro, teknik listrik, tata boga, tata busana, tata kecantikan, dan teknik kendaraan ringan dengan 17 belas bidang keahlian. 

    Ada tiga tujuan dalam program Double Track SMA/MA, yakni meningkatkan kompetensi dan kemampuan peserta didik SMA, yang berencana tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Sehingga bisa menguasai salah satu bidang keterampilan tertentu dengan memanfaatkan kearifan lokal. "Intinya, program ini untuk membangun kepercayaan diri peserta didik dalam berwirausaha, atau bekerja dengan bekal keterampilan yang dikuasai," kata Hudiyono.

    Kata Hudiyono, program Double Track sedianya diperuntukkan bagi sekolah khususnya di kawasan pinggiran, yang mayoritas lulusannya tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Di antaranya sekolah di kawasan pinggiran seperti Kabupaten Ngawi, Magetan, Bojonegoro, Probolinggo, Madura,  dan lainnya. "SMA Double Track ini fokus di sekolah pinggiran. Kalau di kota tidak ada seperti Surabaya," kata Hudiyono. 

    Ada sebanyak 157 sekolah SMA/MA dari 28 kabupaten di Jatim yang mengikuti program Double Track. Jumlah siswa yang ikut dalam program tersebut sebanyak 23.052 siswa. Ke-157 sekolah tersebut merupakan pilot project yang dipilih, karena 60 persen lulusannya tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang PT, dan sebagian siswanya berhasil menerapkan apa yang sudah didapatkan selama pelatihan ekstra kurikuler di sekolahnya. 

    "Rencananya, SMA/MA Double Track ini akan kami perluas hingga se- Jatim," kata Hudiyono.






    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id