Remaja 16 Tahun di Tangsel Disekap Selama Sepekan

    Farhan Dwitama - 01 Juni 2021 00:00 WIB
    Remaja 16 Tahun di Tangsel Disekap Selama Sepekan
    ilustrasi Medcom.id



    Tangerang: SA, 16, remaja asal Ciputat, Kota Tangerang Selatan, menjadi korban kekerasan oleh pelaku yang dikenalinya. Selain dipukul, korban disekap di lemari pakaian dan hendak dijual ke Cikarang, Jawa Barat.

    S, 54, paman korban mengaku telah membuat laporan polisi atas dugaan kekerasan yang dialami keponakan perempuannya itu.

     



    "Sudah kami laporkan kejadian ini ke Polres Tangsel," kata S  di kediamannya Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin, 31 Mei 2021.

    Baca: 30 Nakes di Jepara Terpapar Covid-19

    S menerangkan keponakannnya itu mengalami penyekapan sejak seminggu lalu. Dia dikurung di sebuah kamar kos-kosan di Gang Bhineka, Ciputat, oleh pasangan suami istri yang dikenalnya.

    S menjelaskan terungkapnya kasus penyekapan itu, bermula saat SA 'dijual' ke lelaki hidung belang. Kemudian di dalam kamar kos di kawasan Ciputat itu korban meminjam Handphone lelaki itu untuk menghubungi kakanya lewat pesan di Facebook.

    "Setelah kakanya baca pesan itu, dia (kakak korban) memberi tahu saya dan langsung saya datangi lokasi kos-kosan tersebut. Saya tanya keponakan saya, pelaku jawab tidak ada. Kebetulan saat itu, kepala SA saya lihat di dalam lemari, dan berdebat sama pelaku, kemudian SA keluar dari lemari itu," ungkapnya.

    S menjelaksan saat ditemukan pada Sabtu malam, 29 Mei 2021, wajah keponakannya itu penuh luka lebam. Informasi dari korban, kata S, SA pernah dipukuli dengan batu oleh suami pelaku.

    "Wajahnya lebam, sempat disambit pakai batu juga. Untungnya tidak kena. Bibirnya berdarah. Hidung berdarah takutnya hidungnya patah, tapi saya belum tahu hasil visumnya," ungkap S.

    Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel, Iptu Agung Susetyo, membenarkan adanya tindak kekerasan dan perdagangan orang tersebut. Saat ini, Kepolisian mengaku masih menyelidiki kasus tersebut.

    "Iya benar penganiayaan dan penyekapan, sekarang korban lagi proses visum," ungkap Agung.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id