ASN Sultra Dipastikan Dilarang Cuti Akhir Tahun

    Antara - 28 November 2021 13:29 WIB
    ASN Sultra Dipastikan Dilarang Cuti Akhir Tahun
    Sekretaris Daerah Sultra Nur Endang Abbas (ANTARA/Harianto)



    Kendari: Semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dilarang liburan ataupun mengambil cuti saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

    Sekretaris Daerah Sultra Nur Endang Abbas di Kendari, mengatakan saat ini pihaknya sudah menyiapkan kebijakan larangan liburan dan cuti bagi ASN saat Natal dan Tahun Baru sesuai dengan kebijakan Kementerian Dalam Negeri terkait Kebijakan PPKM Level 3 serentak.

     



    "Ini (kebijakan larangan libur dan cuti) tinggal menunggu Pak Gubernur (Ali Mazi) tanda tangan, kita sudah tindak lanjuti. Sudah kami paraf tinggal menunggu tanda tangan Bapak Gubernur," kata Nur Endang, Minggu, 28 November 2021.

    Dia menyampaikan larangan liburan dan cuti bagi ASN akan berlaku sejak 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

    "Walaupun statusnya level 1 di Sultra, tapi secara nasional kemudian dilakukan seperti itu (pemerataan level 3) bahwa ini akan hanya berlaku pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022," ujar dia.

    Baca juga: 13 Wilayah di Jawa Barat Rawan Bencana

    Selain itu, lanjut Nur Endang, pada penerapan level 3 PPKM secara merata nantinya ASN lingkup Pemprov Sultra tetap diwajibkan berkantor sesuai jam kerja.

    "Dan itu kami akan jaga dan kawal secara ketat, dan itu semua harus masuk pada jam kerja pada tanggal-tanggal yang telah disesuaikan," terang dia.

    Nur Endang menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk mencegah kemungkinan terjadinya gelombang ketiga covid-19 pada saat Natal dan Tahun Baru karena dinilai pada momen tersebut akan berpotensi menimbulkan kerumunan massa dari euforia masyarakat.

    "Itu (kebijakan larang liburan dan cuti) untuk kemudian agar tidak terjadi klaster Natal 2021 dan Tahun Baru 2022," jelasnya.

    Nur Endang menuturkan, Pemprov Sultra telah menyiapkan kebijakan larangan liburan dan cuti saat Natal dan Tahun Baru, namun dia tidak menyebutkan sanksi apa yang bakal diberikan, tetapi jika ada ASN yang melanggar dipastikan akan mendapatkan sanksi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

    "Tentunya kalau sudah ada instruksi seperti itu maka tentunya sanksinya kita sesuaikan dengan ketentuan yang berlaku," tegas Nur Endang.

    Meski begitu, Nur Endang menyampaikan di dalam kebijakan tersebut ada pengecualian bagi ASN yang bisa keluar daerah atau pulang ke kampung halamannya dengan ketentuan sangat mendesak seperti adanya kedukaan.

    "Tidak semuanya kita akan larang untuk pulang, tapi mungkin ada pengecualian misalnya ada kedukaan atau ada hal yang sangat mendesak, tapi kalau hal yang namanya holiday itu tidak boleh," tegas Nur Endang.


    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id