Gunungkidul Darurat Kekeringan

    Ahmad Mustaqim - 10 Desember 2019 19:48 WIB
    Gunungkidul Darurat Kekeringan
    Ilustrasi - Medcom.id.
    Gunungkidul: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan wilayah tersebut darurat kekeringan. Penetapan status ini dilakukan sejak Selasa, 10 Desember 2019.

    "Status darurat kekeringan sudah ditetapkan hari ini," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edi Basuki dihubungi, Selasa, 10 Desember 2019.

    Edi mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat dengan pemerintah setempat yang diwakili Badan Keuangan Aset Daerah dan Sekretaris Daerah. Dia mengungkap penetapan status tersbeut lantaran sejumlah wilayah masih mengalami krisis air bersih. 

    "Meski memasuki musim hujan, namun belum merata," ucapnya. 

    Selain itu, anggaran BPBD telah habis sejak sebulan lalu untuk memberikan bantuan. Sedangkan sejumlah desa di berbagai kecamatan masih membutuhkan bantuan air bersih. 

    "Mulai dari Kecamatan Girisubo, Panggang, Paliyan, Purwosari, hingga Rongkop," ungkapnya.

    Kemarau di Gunungkidul pada 2019 mendera 16 kecamatan. Jumlah penduduk terdampak kekurangan air bersih sebanyak 143.398 jiwa.
     
    "Kami akan segera menyalurkan kebutuan bantuan air bersih. Bantuan akan kami berikan hingga lima hari ke depan," kata dia.

    Pemberian bantuan air bersih ini diambil dari anggaran tak terduga dengan dasar penetapan status darurat kekeringan itu. Besaran dana yang disiapkan sebesar Rp40 juta, mulai disalurkan Rabu-Minggu, 11-15 Desember 2019.

    "Jika kondisi hujan belum merata, maka status darurat bisa diperpanjang," terangnya.

    Camat Girisubo, Agus Riyanto, menambahkan kondisi tak kunjung turun hujan merata hingga awal Desember baru dirasakan tahun ini. Ia mengatakan anggaran bantuan air bersih secara mandiri sudah habis sejak Oktober lalu.

    Ia berharap bisa melakukan antisipasi kekeringan dengan memaksimalkan sejumlah sumber air di daerahnya. "Air perpipaan dari PDAM juga kami harap bisa ikut membantu kekurangan air bersih saat kemarau," ungkapnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id