Gunungkidul Siaga Banjir dan Longsor

    Ahmad Mustaqim - 03 Januari 2020 13:49 WIB
    Gunungkidul Siaga Banjir dan Longsor
    ilustrasi Medcom.id
    Gunungkidul: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan siaga banjir dan longsor mulai awal 2020. Status siaga ini telah diajukan ke Bupati Gunungkidul, Badingah, pada 31 Desember 2019. 

    "Status siaga ini untuk sebulan ke depan. Status siaga ini untuk memudahkan penanganan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem di musim hujan," kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edi Basuki saat dihubungi, Jumat, 3 Januari 2020. 

    Edi menyatakan, lembaganya butuh koordinasi dengan organisasi perangkat daerah lain di Gunungkidul untuk penanganan bencana. Ia mengatakan potensi bencana banjir, longsor, hingga angin kencang. 

    Ia menyebut, peran serta lembaga lain sangat dibutuhkan dalam antisipasi bencana ataupun penanganan dampak bencana. Setiap lembaga bisa berbagi tugas sesuai bidangnya. 

    "Misalnya, kita butuh Dinas Kesehatan untuk masalah kesehatan. Dinas sosial dibutuhkan untuk membantu fasilitas dapur umum dan logistik. Ini di luar peran kami juga menyiapkan peralatan logistik saat bencana," katanya. 

    Menurut Edi, status Gunungkidul bisa menyesuaikan kondisi di lapangan. Jika saat ini siaga, katanya, bisa saja berubah menjadi darurat apabila terjadi bencana dengan dampak meluas dan parah. 

    "Ketika status darurat, maka kami mengakses belanja tak terduga atau BTT," ungkapnya. 

    Kata Edi, sudah ada peristiwa longsor tiga hingga empat kali sejak Desember 2019. Selain itu, hujan intensitas tinggi disertai angin kencang telah merusak 29 rumah warga yang satu di antaranya mengalami rusak parah. 

    Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengungkapkan, pihaknya mengimbau warganya lebih meningkatkan kewaspadaan. Ia mengatakan, warga dan wisatawan di pesisir pantai perlu kehati-hatian lebih. Hal ini tak lepas dari masih masanya liburan sekolah. 

    "Jangan sampai nekat main air saat kondisi ombak tinggi. Nelayan saya imbau juga tidak nekat melaut saat cuaca memang tidak bagus," ujarmya. 

    Pihak Stasiun Klimatologi Mlati Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta telah mengingatkan potensi hujan intensitas tinggi disertai petir di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam hingga 7 Januari 2020. Dampak cuaca ekstrem ini terjadi di seluruh DIY, termasuk Gunungkidul. 




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id