Rawan Tsunami dan Gempa, Mendagri Minta Jatim Lakukan Mitigasi Bencana

    Amaluddin - 04 Juni 2021 18:25 WIB
    Rawan Tsunami dan Gempa, Mendagri Minta Jatim Lakukan Mitigasi Bencana
    Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, saat meninjau Smart Kampung di Kabupaten Banyuwangi. (Dok: Humas Pemkab Banyuwangi)



    Surabaya: Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengingatkan pemerintah daerah yang wilayahnya rawan tsunami untuk melakukan mitigasi bencana. Ini menanggapi adanya peringatan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) terkait potensi bencana tsunami 29 meter di wilayah pesisir Jawa Timur (Jatim). 

    "Untuk daerah yang rawan gempa dan tsunami, perlu sosialisasi dan mitigasi untuk pencegahan. Misalnya membangun bangunan anti gempa sebagai upaya pencegahannya," kata Tito saat berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi, Jumat, 4 Juni 2021.

     



    Dalam kesempatan itu, Tito juga mengimbau agar masyarakat yang berada di daerah rawan bencana tidak takut. Namun, harus tetap meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga. 

    Tito menyebut bencana alam adalah bagian dari kehidupan penduduk di Indonesia, mengingat Indonesia berada di wilayah ring of fire yang rawan terhadap bencana. Menurutnya, sudah ribuan tahun nenek moyang Indonesia menghadapi bencana.

    "Jadi, kita tidak perlu takut, karena Indonesia negara yang memang ditakdirkan ada pada ring of fire, ada di lempengan, sehingga bencana adalah bagian dari kehidupan kita," ucap dia. 

    Baca: BPBD Petakan 8 Daerah Rawan Tsunami di Jatim, Mana Saja?

    Apalagi, kata Tito, Jatim telah memiliki alat pendeteksi bencana alam seperti gempa, banjir, dan tsunami, yaitu Early Warning System (EWS). Alat tersebut dipasang di daerah kawasan pesisir Jatim. 

    "Dengan kemajuan teknologi, kita lakukan antisipasi. Potensi megathrust ada dua, pertama gempa dan kedua tsunami," tutur Tito.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) memetakan delapan daerah rawan tsunami kategori tinggi. Pemetaan ini dilakukan menyusul adanya potensi tsunami di Jatim oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
     
    "Delapan daerah itu adalah Kabupaten Jember, Banyuwangi, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan," kata Plt Kalaksa BPBD Jatim, Yanuar Rachmadi, dikonfirmasi, Jumat, 4 Juni 2021.

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id