Relaksasi PPKM, Bioskop di Tangsel Boleh Buka

    Farhan Dwitama - 15 September 2021 08:39 WIB
    Relaksasi PPKM, Bioskop di Tangsel Boleh Buka
    Ilustrasi. (Media Indonesia)



    Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, memberikan sejumlah keleluasaan kepada warganya di masa perpanjangan PPKM Level 3 hingga 20 September 2021. Salah satunya pembukaan kembali bioskop.

    "Bioskop dapat beroperasi dengan ketentuan wajib menggunakan aplikasi Pedulilindungi terhadap semua pengunjung dan pegawai, kapasitas maksimal 50% dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dalam Pedulilindungi yang boleh masuk," ungkap Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Rabu, 15 September 2021.

     



    Dia menjelaskan, ketentuan dalam perpanjangan PPKM level 3 itu, tertuang dalam Surat edaran Wali Kota Tangsel, nomor 443/3224 tentang perpanjangan PPKM dalam rangka pencegahan Covid-19.

    Dia melanjutkan, pada pelonggaran operasional bioskop di masa PPKM saat ini, sejumlah larangan juga mesti dipatuhi pengelola dan tamu pengunjung. Seperti larangan bagi anak 12 tahun kebawah, larangan makan dan minum atau menjual makanan dan minuman dalam area bioskop, sesuai aturan protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kesehatan.

    Baca juga: Peternak Ayam Petelur di Natar Lampung Selatan Terancam Bangkrut

    "Daftar perusahaan (bioskop) yang akan mengikuti uji coba ini ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan," jelas Benyamin.

    Plt Kepala Dinas Pariwisata Tangsel, Agus Heru menjelaskan, dari 9 sarana Bioskop yang ada di Tangsel, baru satu bioskop di WTC Mal Serpong yang mengajukan syarat pembukaan bioskop.

    "Baru satu itu di Cinemapolis WTC BSD. Saya pikir hari ini yang lainnya juga akan mengajukan permohonan pembukaan itu," ucapnya. 

    Dia menerangkan, syarat bagi pengusaha bioskop dalam mengoperasikan kembali usahanya tersebut, cukup mudah dengan melampirkan salinan barcode aplikasi Pedulilindungi dan melengkapi sarana prasarana protokol kesehatan.

    "Teknis mengajukan surat pembukaan dilengkapi dengan foto copy aplikasi barcode Pedulilindungi dan sarana prasana prokes sesuai aturan dan ketentuan yang waktu itu pernah kita simulasikan. Kata kuncinya kalau itu sudah ada saat kita cek dia bisa buka," jelas Agus.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id